oleh

DPR bahas vaksinasi mandiri hingga rumah sakit internasional di Kepri

-Umum-6 views

Jajaran Ditjen Kefarmasian & Alat Kesehatan & Ditjen Pelayanan Kesehatan, Kemenkes RI dalam pendampingan Kunker DPR RI ke Provinsi Kepri. (ANTARA/HO)

…menjaga warga tetap sehat & menyukseskan vaksinasiTanjungpinang (ANTARA) – Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) juga membahas faktor-faktor yg mendorong ekonomi kembali menggeliat, di antaranya vaksinasi mandiri, Balai Latihan Kerja (BLK) hingga rumah sakit bertaraf internasional.

beincash

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Kefarmasian & Alat Kesehatan Kemenkes RI Arianti Anaya yg hadir mendampingi kunjungan kerja Komisi IX DPR RI menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 berdikari saat ini sedang dipelajari & dibahas bersama pihak terkait.

Menurutnya, vaksin itu dibeli perusahaan untuk karyawan di bawah supervisi pemerintah. Pemerintah tentunya tetap menyiapkan vaksin yg diperlukan.

“Karena kita sadari industri sangat berpengaruh bagi perekonomian kita,” mengatakan Arianti, dalam pertemuan di Graha Kepri, Batam, Senin.

Pertemuan itu langsung dihadiri Plh Gubernur Kepri TS Arif Fadillah serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Arif berharap dukungan penangan COVID-19, sehingga kehidupan kembali bergairah perekonomiannya.

“Ada dua fokus penanganan COVID-19 di Kepri, yaitu menjaga warga tetap sehat & menyukseskan vaksinasi,” ujar Arif.

Komisi IX DPR RI dalam pertemuan tersebut sangat menyambut baik keharapan Kepri.

Anggota Komisi IX DPR RI Intan Fauzi mengaku akan mengajukan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional seperti Mount Elisabeth di Singapura, dengan biaya yg terjangkau oleh masyarakat Indonesia, karena mereka yakin Batam atau Kepri sangat layak untuk memiliki rumah sakit ini.

Selain itu, mengatakan dia, Kepri juga harus memiliki BLK yg akbar seperti Sumatera Barat (Sumbar). Intan harap sebagai daerah industri, Kepri memiliki BLK yg mendukung.

Intan melihat bahwa di daerah Bekasi & Karawang saja terdapat banyak UPTD BLK. Dia tak harap daerah industri seperti Kepri, UPTD BLK-nya sedikit.

“Jangan cuma minta BLK biasa yg biayanya Rp30 miliar. Kalau Kepri mau BLK besar, kami akomodir & usahakan,” begitu Intan.
Baca juga: DPR RI apresiasi kinerja Pemprov Kepri tekan COVID-19
Baca juga: DPR RI minta Kemenaker perhatikan PMI pulang saat pandemi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2001601/dpr-bahas-vaksinasi-mandiri-hingga-rumah-sakit-internasional-di-kepri

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *