oleh

DPD: Perbedaan stok vaksin sebabkan pemulihan ekonomi tidak merata

Slot SimakNews.com – DPD: Perbedaan stok vaksin sebabkan pemulihan ekonomi tidak merata,

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-Humas DPD RI.

99,5 persen orang yg meninggal karena terpapar COVID-19 selama 6 bulan terakhir belum mendapatkan vaksin.Jakarta (ANTARA) – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan disparitas stok atau ketersediaan vaksin antara satu daerah & daerah lain dapat menyebabkan pemulihan ekonomi nasional tidak merata di kemudian hari.

“Seperti mengatakan Presiden Jokowi bahwa vaksinasi adalah game changer yg jadi kunci supaya masyarakat dapat produktif. Akan tetapi, kalau pasokan vaksin tidak merata, produktivitas masyarakat juga ikut tidak merata,” mengatakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melalui keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Jumat.

Padahal, mengatakan LaNyalla, keberhasilan pemulihan ekonomi di daerah akan menunjang pemulihan ekonomi nasional (PEN). Oleh karena itu, stok vaksin di daerah perlu jadi perhatian serius, khususnya oleh Kementerian Kesehatan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menugasi Komite III DPD RI yg membidangi urusan kesehatan untuk mengawal distribusi vaksinasi hingga ke daerah-daerah, termasuk pula mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah supaya vaksinasi dapat merata ke seluruh daerah.

Tidak cuma itu, LaNyalla juga meminta seluruh anggota DPD mengerjakan pemantauan di daerah pemilihannya masing-masing serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai stok & vaksinasi.

Langkah tersebut guna mempercepat program Vaksinasi Nasional sehingga kekebalan komunal dapat segera terwujud.

Pada saat bersamaan, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2015 hingga 2016 itu mengajak semua lapisan masyarakat untuk segera mengikuti vaksinasi COVID-19.

Ia berharap 70 persen rakyat Indonesia tervaksinasi di akhir 2021.

Apalagi, mengatakan LaNyalla, beberapa tipe vaksin yg baru datang memiliki efikasi lebih tinggi & kebal kepada varian delta, yakni moderna & pfizer.

“Vaksin pfizer & moderna ini ‘kan berbasis mRNA, punya efikasi sekitar 95 persen pada kelompok usia dewasa. Jadi, masyarakat tidak perlu takut lagi divaksin. Segera datangi sentra-sentra vaksinasi terdekat,” katanya.

Berdasarkan hasil studi Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), diketahui 99,5 persen orang yg meninggal karena terpapar COVID-19 selama 6 bulan terakhir belum mendapatkan vaksin.

“Ini artinya orang yg belum divaksin lebih berisiko dibandingkan yg sudah divaksinasi,” ujarnya.

Kendati demikian, mengatakan LaNyalla, perlu diingat bukan berarti orang yg sudah divaksin tidak mungkin terpapar COVID-19. Namun, sekalipun terinfeksi, tingkat risiko bahayanya lebih rendah.

Baca juga: Ketua DPD ingatkan distribusi vaksin harus merata

Baca juga: Ketua DPD RI harap armada Mobil Vaksin Merdeka diperbanyak

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2340138/dpd-perbedaan-stok-vaksin-sebabkan-pemulihan-ekonomi-tidak-merata

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *