PKI -
in

Dituduh Mau Bunuh Kiai & Antek PKI, Ngenesnya Nasib 2 Pemuda Kembar Ini Dipersekusi Warga

Online – Betapa malang nasib Yaman & Yamin. Berniat mencari Ustadz Iip untuk mengobati adik mereka yg sedang sakit, dua pemuda kembar ini malah dihajar warga Kampung Susukan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 30 September 2020.

Singkat cerita, Yaman & Yamin tadinya bermaksud memanggil Ustadz Iip ke rumah mereka, untuk mengobati adik mereka yg diduga terkena santet. Gejala penyakit adik mereka, begitu menurut mereka, terlihat seperti penderita penyakit skizofrenia–yang dalam bahasa biasa disebut gila.

Advertisements

Ketika sedang celingak-celinguk mencari rumah Ustadz Iip, mereka ditanya warga, “Mau apa?”

“Mau cari ustadz. Adik kami sakit. Gila, kena santet,” jawab mereka.

Jawaban itu jadi petaka buat mereka. Mereka dituduh warga harap membunuh Ustadz Iip. Kecurigaan itu didasarkan pada kejadian-kejadian sebelumnya di tempat yg nun jauh dari Sukabumi, di mana Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pemuda di Lampung; & seorang imam masjid ditikam oleh salah seorang jamaahnya yg tak lain pengurus masjid itu sendiri.

Untuk memperkuat tuduhan bahwa kedua pemuda kembar itu memang harap membunuh Ustadz Iip, warga juga menuduh mereka sebagai antek-antek PKI, menyobek Alquran, & menggunting sajadah.

Begitu fitnah itu menyebar ke seantero kampung, mereka berdua langsung ditelanjangi, diikat, & dihajar beramai-ramai oleh warga setempat.

Lebih celakanya lagi, semua tuduhan itu menyebar dengan cepat & terlanjur dipercaya oleh netizen di berbagai media sosial. Pantauan Indozone.id hingga artikel ini ditulis pada Kamis (1/10/2020) pukul 16.28 WIB, hampir semua netizen menaruh komentar geram kepada dua pemuda itu, menghakimi mereka.

Di Sukabumi yg mau bunuh kyai ketangkap

Dikirim oleh Ida NKusdianti pada Rabu, 30 September 2020 Akun Twitter @Mylova211 yg membagikan video tersebut, termasuk salah satu akun yg menyebarluaskan informasi sesat, dengan menyatakan bahwa kedua pemuda kembar itu hendak membunuh seorang kiai.

“Baru saja terjadi di kampung susukan bojong parungkuda, Kabupaten Sukabumi.Cari2 Ustad,dan ditanya keperluan nya malah ngotot & ngajak berantem.Dn dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an & Kitab & sejadah di gunting, ketahuan sama santri,” tulisnya, disertai dengan unggahan video.

aksi pembunuhan kyai,tp gagal..
Baru saja terjadi di kampung susukan bojong parungkuda, Kabupaten Sukabumi.Cari2 Ustad,dan ditanya keperluan nya malah ngotot & ngajak berantem.Dn dua orang ini tiba tiba nyobek2 Qur’an & Kitab & sejadah di gunting, ketahuan sama santri. pic.twitter.com/iC23R6I6sL

— Mylova21 (@Mylova211) September 30, 2020 Dalam rekaman video yg beredar ketika pemuda kembar itu ditangkap warga, terlihat puluhan hingga ratusan warga berebut harap menghajar dua pemuda tersebut. Sebagian akbar di antara mereka terlihat masih mengenakan kopiah atau peci serta sarung, diduga mereka baru selesai salat magrib.

Untungnya, ada beberapa warga & petugas yg menghalangi sehingga kebarbaran warga tak hingga membunuh dua pemuda kembar itu.

Klarifikasi berupa foto maupun rekaman suara dari FPI setempat sudah dibagikan ke media sosial. Namun, netizen masih tetap menelan informasi yg terkadung viral sebelumnya.

Tuduhan-tuduhan itu disanggah oleh sejumlah netizen yg mengatakan kalau pemuda itu cuma harap berobat kepada seorang ustadz yg konon terkena santet.

“Maaf sekedar ngelurusin..info nya ga gitu..udah ada klarifikasi dari dpc fpi parungkuda ini ada ke slah pahaman.. Saya orang sukabumi cuman beda kecamatan.. Jadi mereka itu mau berobat ke ustadz..yang konon sodaranya kena santet,” tulis akun @Asyatir89.

Bantu meluruskan juga.. letak saya deket dri tempat kejadian, beda desa aja.. pic.twitter.com/j4j9a8J7Ws

— Zz’z.. (@jens_zm) September 30, 2020
Akun @jens_zm, juga menyampaikan sanggahan berupa tangkapan layar pesan berantai yg diterimanya dari warga sekitar kejadian.

“Terkait pemberitaan yg hari ini viral, masalah DUA PEMUDA YANG DITANGKAP WARGA DI KP SUSUKAN saya harap hinggakan bahwa mereka bukan PKI atau punya niat jahat sama kiai,” tulisnya.

Begini bunyi klarifikasi selengkapnya seperti yg sudah Indozone.id salinkan.

Dua pemuda ba’da magrib datang ke rumah salah satu ustadz yg ada di kampung susukan Parungkuda, Sukabumi dengan tujuan mau mengobati adiknya yg sakit. Tiba di letak ustadz yg satu sedang tidak ada di rumah. Kemudian mencari ustaz yg satu lagi yg mana rumahnya berdekatan. Sampai di letak ditanya sama warga, dia bilang mau berobat adiknya yg gila. Khawatir dengan banyaknya isu orang gila yg menyerang kiai/tokoh, maka warga mengambil tindakan kekerasan. Beruntung Kapolsek Parungkuda segera mengamankan dua pemuda tersebut. Kemudian datang kedua orang tuanya memberi kesaksian bahwa memang anaknya yg satu lagi sakit. “Clea sudah”, bahwa ada kesalahpahaman. Mari lebih bijak menerima informasi yg belum jelas kebenarannya.

Akun @jens_zm juga membagikan rekaman suara DPC FPI Parungkuda & DPC FPI Bojong Genteng yg kebetulan berada di letak kejadian.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Perlu diklarifikasi kalau itu ternyata bukan niat membunuh. Jadi, dua anak itu maksudnya datang ke Ustad Iip, mau berobat dengan diantar kakaknya. Mereka anak kembar, namanya Yaman & Yamin. Sekarang di Polsek Parungkuda. Kami dari DPC FPI Bojong Genteng & DPC FPI Parungkuda.” (indozone.id)

Ini karifikasi dr fpi Parungkuda & bojong gentng pic.twitter.com/1qBiwMXVaP

— Zz’z.. (@jens_zm) September 30, 2020

Report

What do you think?

871 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0