pan -
in

Ditolak PAN, Terkuak Laporan APBD Anies Sangat Tidak Jelas Lantaran…..

Online – Fraksi Partai Amanan Nasional atau PAN DPRD DKI Jakarta salah satu partai yg menolak laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2019 dari Gubernur Anies Baswedan. Salah satu alasan laporan ditolak karena yg dihinggakan tak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Anggota Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim mengatakan laporan keuangan pengguna APBD tahun 2019 yg dihinggakan Anies tidak detail & tidak sesuai dengan fakta.

Advertisements

“Kami dari Fraksi PAN Menolak P2APBD. Kami melihat nyata ketika reses, & turun ke masyarakat. Laporan hari ini yg kita mau sahkan ternyata berbeda dengan apa yg terjadi di lapangan,” mengatakan Hakim di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (7/9/2020).

Salah satu contohnya adalah penyediaan air bersih di kawasan Maja, Jakarta Barat yg dikeluhkan warga. Hingga kini, mengatakan Lukman masyarakat setempat masih mengpakai air kali kotor untuk mencuci.

“Di lapangan, di Maja, Jakarta Barat masih ada saudara-saudara kita yg nyuci pakai air kali, bagaimana ini dikatakan masyarakat Jakarta sudah puas? Air bersih saja warga nggak dapat dapat,” ujarnya.

Ia kecewa karena DPRD tidak dilibatkan dalam perencanaan & penggunaan anggaran. Anies & jajarannya dinilai tidak transparan dalam menyusun program.

“Ini kan baru sekali rapat kemarin saat Banggar, itu juga sebentar, kami merasa ini Eksekutif tidak melibatkan kami. Kami legislatif DPRD merasa tak di anggap sama Eksekutif dalam hal penggunaan anggaran, dalam hal perencanaan sekarang Eksekutif kesannya jalan sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya, setelah melayangkan protes, empat Fraksi DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk walk out dari rapat paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD (P2ABPD). Fraksi PAN, PSI, Nasdem, & Golkar menolak laporan penggunaan anggaran dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Awalnya, ketika perwakilan Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike selesai menyampaikan hasil pembahasan P2ABPD, Anggota Fraksi Golkar Basri Baco mengerjakan interupsi.

Ia mengaku kecewa dengan Anies & anak buahnya karena tidak menjalankan hasil reses anggota DPRD. Karena itu ia memutuskan untuk walk out dari rapat.

“Kami tidak melihat adanya niat baik dari eksekutif untuk menjalankan hasil reses. Karena itu Fraksi Golkar izin untuk walkout,” mengatakan Baco di ruang rapat paripurna DPRD DKI, Senin (7/9).

Setelah itu Baco & anggota Fraksi Golkar lainnya berjalan meninggalkan ruangan. Selanjutnya, Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI, Oman Rahman Rakinda juga menyampaikan kekecewaan dengan rapat paripurna ini & meminta izin fraksinya untuk keluar dari ruangan rapat.

“Kami Fraksi PAN kecewa dengan forum ini. Tidak boleh terjadi lagi setting forum seperti ini. Untuk itu izinkan kami Fraksi PAN untuk meninggalkan ruangan ini,” mengatakan Oman.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani juga ikut berjalan meninggalkan ruang rapat paripurna.

Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza menganggap anggota dewan tidak diakomodir dalam memberikan pendapat di rapat paripurna. Ia juga menyatakan menolak laporan dari Anies itu.

“PSI juga menolak tentang pertanggungjawaban APBD 2019,” tandasnya.(suara.com)

Report

What do you think?

559 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0