oleh

Diaspora: Pancasila beri jati diri warga negara Indonesia

Slot SimakNews.com – Diaspora: Pancasila beri jati diri warga negara Indonesia,

Sekitar 24 diaspora Indonesia di Jerman mengikuti pelatihan penyelia halal di luar negeri secara daring yg diselenggarakan oleh KBRIBerlin selama empat pekan, mulai Sabtu, 22 Mei 2021. (ANTARA/HO/Dokumentasi KBRI Berlin)

Pancasila adalah pengikat yg paling erat di dalam kehidupan berbangsa & bernegaraJakarta (ANTARA) – Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yg tinggal di luar negeri atau Diaspora Indonesia memiliki kesan dalam memaknai Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, salah satunya memberikan bukti diri jati diri warga negara Indonesia.

“Pancasila dengan asas lima sila & semboyan Bhinneka Tunggal Ika tetap melekat di hati warga negara Indonesia,” mengatakan Firdonsyah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Firdonsyah menjelaskan sebagai warga negara supaya tetap bersatu menjaga keutuhan bangsa & negara walaupun beda agama, bahasa & budaya. kemudian diajarkan pula bermusyawarah untuk mencapai rasa kesepakatan & keadilan sosial bagi seluruh warga Indonesia.

“Kita percaya kepada Tuhan dengan agama masing-masing serta memberikan rasa keadilan yg beradab kepada setiap warga negara,” mengatakan Firdonsyah yg saat ini tinggal di Amerika Serikat.

Hal senada dihinggakan Roedy Wibisono bahwa Pancasila sebagai dasar negara adalah dasar yg final. Roedy menyatakan seluruh warga negara Indonesia tidak lagi membicarakan relevansi Pancasila di masa lalu, sekarang & yg akan datang. Karena nilai-nilai Pancasila sering dapat digali sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pancasila harus terus diajarkan sebagai pendidikan wajib dari pendidikan anak usia dini hingga universitas. Pancasila harus jadi mata pelajaran wajib. Setiap sekolah baik negeri, swasta, madrasah, pesantren wajib menyelenggarakan Pancasila sebagai kurikulum mereka,” ujar Roedy yg saat ini tinggal di Amerika Serikat.

Kesan lainnya dihinggakan Novani Marini Hulu bahwa Pancasila adalah pengikat yg paling erat di dalam kehidupan berbangsa & bernegara di Tanah Air Bumi Indonesia.

“Saya mengimani Tuhan yg Maha Esa yg menciptakan beragam disparitas suku & agama di Tanah Air serta menjadikannya sebagai ladang untuk hidup toleransi. Menghormati & menghargai pemeluk agama yg berbeda sebagai satu karya yg unik & harus terus dijaga dalam sikap hidup bersama,” mengatakan Marini yg saat ini tinggal di Belgia.

Menurut dia, persamaan hak & kewajiban bahkan kedudukan setiap orang adalah sama, baik di mata hukum, sosial & agama. Sebagai makhluk Tuhan yg beradab sudah selayaknya mengambil bagian yg sangat penting, yaitu menyuarakan kebenaran, menjunjung tinggi hidup toleransi & memperjuangkan keadilan untuk sesama.

Selanjutnya, kokoh di dalam mempertahan persatuan & kesatuan bangsa. Walau berbeda bahasa, adat istiadat, & budaya yg mempersatukan adalah rasa tanggung jawab bersama menjaga keutuhan persatuan bangsa.

“Berbahasa yg sama, bahasa nasional Indonesia,” ujar Marini.

Dalam Pancasila juga menekankan supaya turut serta berperan aktif melestarikan budaya bangsa peninggalan nenek moyang, seperti bahasa daerah, busana adat daerah, alat musik & tarian daerah. Gotong royong & tolong-menolong untuk menjaga keutuhan persatuan NKRI.

“Sikap musyawarah dalam mengambil keputusan bersama sebagai pedoman hidup untuk tetap menjaga sopan santun dalam mengungkapkan pendapat, mendengarkan pendapat, menyikapi disparitas pendapat dengan toleransi yg tinggi,” mengatakan Marini pula.

Pada akhirnya mengatakan dia, Pancasila mengajarkan sikap adil, menghormati hak orang lain. Melaksanakan setiap kewajiban yg harus dilaksanakan untuk menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat secara merata.

“Tidak mementingkan kesejahteraan pribadi di atas penderitaan yg lainnya,” ujar Marini.

Bagus H Wiaji, Diaspora Indonesia yg tinggal di Australia menyatakan kesan Pancasila bagi dia, diawali sebagai materi hafalan di sekolah.

“Diawali dengan disuruh menghafal, kemudian jadi memahami, terkesan & mensayangi & pada akhirnya berusaha mewujudkan di dalam di kehidupan sehari hari,” mengatakan Bagus pula.
Baca juga: Dispora Kaltim tutup sementara dua stadion cegah penularan COVID-19
Baca juga: Diaspora Indonesia di Inggris siap kembangkan hasil riset farmasi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2186934/diaspora-pancasila-beri-jati-diri-warga-negara-indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *