oleh

Di China iPhone Dianggap Ponselnya Orang Miskin

Online – iPhone memiliki citra yg mewah di Indonesia, namun di China hal tersebut ternyata tidak berlaku, & malah dianggap milik kaum miskin.

iPhone di Indonesia diketahui sebagai smartphone mewah & cuma dimiliki oleh kaum menengah atas, identik dengan harganya yg mahal.

Namun, siapa sangka bahwa iPhone di China dianggap sebagai smartphone kaum menengah bawah atau kaum dengan penghasilan paling rendah (miskin).

Dilansir dari South China Morning Post via pantauan TikTok Dona Piscesika, dalam video unggahan tersebut dia menjelaskan alasan warga China menganggap iPhone adalah smartphone bagi kaum miskin.

“Di China pake iPhone itu ciri orang miskin,” ujarnya dalam judul video yg diunggah di TikTok.

Dona Piscesika, juga menambahkan karakteristik orang-orang yg memiliki iPhone di China dari tingkat pendidikan hingga penghasilan.

“Pengguna iPhone di China adalah; berpendidikan rendah, lulus SMA/SMP, wanita lajang berusia 18-34 tahun, berpenghasilan rata-rata per bulannya kurang dari 3 ribu yuan atau di rupiahkan sekiranya Rp6,2 juta,” ujarnya.

Dalam video tersebut, adapun smartphone yg dianggap mewah & terkenal spesifik untuk kalangan menengah atas, beberapa diantaranya Oppo & Vivo.

“Sementara pengguna Oppo & Vivo, adalah mereka yg berpenghasilan 3 ribu hingga 10 ribu yuan per bulan yakni sekiranya Rp6,2 hingga 20 juta per bulan,” ujarnya.

Namun, tidak berhenti hingga disitu nyatanya masih terdapat smartphone yg dikategorikan mewah di China, & dimiliki oleh orang kaya, yakni Huawei & Xiaomi.

“Pengguna Huawei & Xiaomi di negara China; berusia 23 – 34 tahun, tingkat pendidikan diploma & sarjana, penghasilan per bulan 5 ribu hingga 20 ribu yuan atau sekiranya Rp10,4 hingga 42,2 juta,” ujarnya.

Unggahan TikTok yg sudah mendapatkan 179 ribu lebih likes & 9 ribu kali dibagikan tersebut, menuai reaksi sebanyak 10 ribu komentar, berikut beberapa diantaranya.

“User Xiaomi kalian tidak miskin cuman salah negara aja,” ujar akun Fahri Fahreza.

“Gue pake xiaomi berasa kaya raya woy, tetapi cuma salah negara ajah,” ujar akun bernama Syihbhil.

Namun, tidak sedikit yg merasa tidak setuju dengan survei yg dilakukan oleh South China Morning Post.

“Menurutku itu cuma lah usaha propaganda supaya masyarakat mereka mengpakai produk lokal daripada produk luar supaya pendapatan negara bertambah,” ujar akun bernama Zii.

“Sama ah kaya indo, rata rata yg pake iPhone anak remaja, orang tua pake andro karena gaptek wkwk,” ujar akun bernama Julian.(ringtimesbali.pikiran-rakyat.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *