oleh

Denny Siregar Bongkar Munarman Mau Ledakkan Bom di Sidang Habib Rizieq

Online – Munarman mau ledakan bom di sidang Habib Rizieq Shihab. Hal itu dibongkar pegiat media sosial Denny Siregar dalam situs pribadinya dennysiregar.id.

Denny Siregar mengait kan dengan dugaan keterkaitan Munarman dengan aksi terorisme yg ramai belakangan ini. Dalam tulisannya itu, Denny Siregar menulis laskar jihad FPI bentukan Munarman saat ini tetap menyala. Bahkan, laskar jihad tersebut merencanakan serangan militan untuk balas dendam.

beincash

Denny Siregar menceritakan tentang sosok Husein al Hasny, anggota FPI yg baru baru ini ditangkap karena terkait kasus terorisme. Menurut Denny, warga keturunan Arab yg tinggal di Condet Jakarta itu mengumpulkan beberapa personil FPI yg masih punya nyali.

Hasny & personel FPI tersebut menciptakan bom molotov untuk diledakkan di sekitar letak sidang Habib Rizieq di Pengadilan.

“Sasaran utama aparat. Tapi sidang pertama, mereka takut karena ketatnya penjagaan. Mereka mundur,” ungkap Denny.

Nah, dengan rencana itu, Denny menyebut peran Munarman adalah menciptakan sidang Habib Rizieq supaya digelar secara offline.

Berikut tulisan lengkap Denny Siegar:

Pasca Rizieq dipenjara & 6 orang laskar FPI mati ditembak polisi, hampir semua personel FPI tiarap. Simpatisan yg biasa kumpul di Petamburan, pulang ke rumah. Mereka tidak mau terseret-seret keadaan yg semakin panas..

Tetapi laskar jihad FPI bentukan Munarman tetap menyala. Mereka merencanakan serangan militan untuk balas dendam.

Husein al Hasny, seorang warga keturunan Arab yg tinggal di Condet Jakarta mengumpulkan beberapa personil FPI yg masih punya nyali. Hasny pangkatnya di FPI adalah Wakil Ketua Bidang Jihad. Dia juragan tanah & punya beberapa ruko di Condet yg dia sewakan.

Perintah dari “atas” keluar, “Bikin kerusuhan..”

Hasny kemudian menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul. Mereka membangun rencana untuk menyerang saat sidang Rizieq di Pengadilan. Sasaran utama aparat. Tapi sidang pertama, mereka takut karena ketatnya penjagaan. Mereka mundur.

Akhirnya mereka kumpul lagi & berencana menciptakan bom molotov. Seorang anggota menyarankan untuk mengundang Zulaimi Agus, yg dia kenal dapat menciptakan bom. Zulaimi Agus warga Bekasi, bergabung di FPI baru tahun 2019. Dia dapat menciptakan bom tipe TATP atau triacetone triperoxide, hasil dari belajar di internet.

Sesudah Zulaimi Agus bergabung, dia banyak mengajarkan cara menciptakan bom TATP yg punya daya ledak tinggi, tetapi sangat tidak stabil. Kena panas atau benturan sedikit, dapat meledak. Pernah sekali percobaan, bom itu disimpan di freezer & hampir meledak. Untung cuma terbakar sedikit & dapat disiram air.

Bom tipe TATP ini pernah dipakai waktu teror bom di Alam Sutera tahun 2015. Panggilan keren bom ini adalah Mother of Satan.

Meski juragan tanah di condet, Husein Hasny ini pelit. Dia tidak mau membiayai operasi ini dengan uangnya sendiri. Hasny punya majelis pengajian bernama Yasin Waratib.

Anggota pengajian ditarik duit atas nama infaq. Hasil infaq inilah untuk membeli bahan baku bom. Supaya komunikasi lancar, kelompok Hasny kemudian menciptakan grup WA. Dan bom itu mereka samarkan dengan nama “takjil”.

Zulaimi berhasil menciptakan 5 bom TATP. Bom2 itu dia masukkan dalam kaleng susu. Selain itu, disiapkan juga ratusan bom2 pipa. Bahkan Hasny membeli air keras 1 jerigen, yg dia bagi2 dalam kantung plastik untuk disiramkan ke polisi. Rencananya, “senjata2” itu akan dibagikan ke DPC & DPW FPI di Jakarta, untuk memulai serangan bersama.

Kapan waktu penyerangan ?

Disinilah hebatnya Munarman. Dia berhasil mengkondisikan sidang Rizieq Shihab supaya digelar offline. Sidang offline akan menarik massa, khususnya dari simpatisan FPI untuk berkumpul di luar ruang sidang. Dan saat itu terjadi, serangan akan dimulai.

Bom2 TATP itu akan dipakai untuk diledakkan di luar gedung sidang dengan target utama polisi yg bertugas. Bom lainnya akan diledakkan di “toko2 China”. Ledakan2 akbar di beberapa tempat itu diharapkan akan memicu para Lone Wolf untuk bergerak menciptakan kerusuhan & menyerang aparat di jalan.

Persiapan sudah matang. Husein al Hasny, Zulaimi Agus & teman2nya, sudah siap berperang. Bahkan mereka mengisi diri dengan ilmu kebal di Sukabumi. Tinggal tunggu waktu pengumuman kapan sidang Rizieq akan diadakan..

Tapi polisi bergerak lebih cepat. Sesudah jaringan FPI Makassar dilumpuhkan, informasi akan adanya serangan brutal dari FPI sudah didapat. Densus 88 terus memantau pergerakan Husein al Hasny & kawan2. Dan pada waktu yg tepat, mereka semua digulung tanpa dapat melawan..

Cerita yg saya bagi dalam 4 seri ini tujuannya untuk memberikan pemahaman apa yg sedang terjadi sekarang. Saya mengumpulkan keping2 peristiwa dari mana saja, & menyajikannya sebagai sebuah gambaran.

Kita patut berterimakasih pada jajaran Kepolisian & TNI atas peran akbar mereka mengungkap & menggulung FPI, yg awalnya ormas preman biasa, tetapi dalam perjalanannya disusupi & dibangun untuk jadi organisasi teror seperti ISIS atau Boko Haram di Nigeria.

Terorisme di negeri ini belum habis. Sel2 mereka, hasil baiat di perumahan Villa Makassar sudah menyebar kemana2. Tidak mudah untuk mendeteksi keberadaan mereka, karena sudah berbaur dengan masyarakat. Tapi minimal, daya hantam mereka sudah berkurang banyak.

Yang perlu kita tunggu sekarang adalah, kapan Munarman dapat ditangkap? Dari semua jejak yg ada, peran Munarman terlihat sangat penting disana. Dialah King Maker sebenarnya. Semoga tidak lama lagi, polisi berhasil menemukan bukti kuat keterlibatannya.

Sudah ya, capek juga nulisnya. Mau seruput kopi dulu sambil memantau perkembangan keadaan yg ada..

Seruputt…. ??
(suara.com)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *