oleh

Demokrat: Pemerintah punya banyak PR meski survei Kompas positif

Ilustrasi – Logo Partai Demokrat. (Foto Istimewa)

Jakarta (ANTARA) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengatakan pemerintah masih punya banyak pekerjaan rumah (PR) yg harus diselesaikan meskipun hasil survei Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik kepada kinerja pemerintah mencapai 69 persen.

“Peningkatan kepuasan publik atas kinerja pemerintah secara biasa mencapai 69 persen pada April 2021, sebelumnya 66,3 persen pada Januari 2021. Namun, itu diharapkan tidak menciptakan pemerintah berpuas diri, karena banyak pekerjaan rumah yg harus diselesaikan oleh pemerintah seperti yg berulang kali dihinggakan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono,” mengatakan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Balitbang Kompas pada Senin (3/5) mengumumkan hasil survei salah satunya terkait kepuasan publik kepada kinerja pemerintah. Survei itu berlangsung selama 13-26 April 2021 & melibatkan 1.200 responden.

Setidaknya ada tiga isu yg masih harus diperhatikan oleh pemerintah, yaitu terkait penanganan pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi, & turunnya kualitas demokrasi di dalam negeri.

“Kemunculan vaksin COVID-19 memang memberikan asa baru, tetapi bukan berarti pandemi ini otomatis selesai dengan keberadaan vaksin. Apalagi, laju vaksinasi masih terbilang rendah,” mengatakan Herzaky.

Baca juga: Partai Demokrat: Naiknya elektabilitas wujud kepercayaan rakyat

Ia mengatakan selebrasi & euforia adanya vaksin COVID-19 harus diikuti dengan konsistensi penerapan protokol kesehatan, peningkatan tes COVID-19 per satu juta populasi, & penguatan daya dukung pelayanan kesehatan.

“Janganlah kita terjebak dengan selebrasi-selebrasi dini, yg dapat menciptakan kita abai dengan hal paling esensi dalam menghadapi COVID-19, yaitu menumbuhkan pencerahan terkait pentingnya protokol kesehatan & melaksanakan itu secara konsisten,” mengatakan dia menerangkan.

Ia mengingatkan lonjakan kasus COVID-19 di India harus jadi pelajaran berharga bagi pemerintah & masyarakat di tanah air.

“Pascavaksinasi yg berlangsung begitu cepat di India, kasus COVID-19 justru meledak dalam minggu-minggu terakhir ini,” ujar dia menambahkan.

Sementara itu, terkait pemulihan ekonomi, Partai Demokrat menyoroti pertumbuhan konsumsi domestik yg masih negatif.

Baca juga: Survei: NU & Muhammadiyah puas dengan kinerja Jokowi

“Konsumsi domestik merupakan kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi, sedangkan defisit anggaran pemerintah begitu akbar yg diprediksi mencapai 1.006 triliun, & utang per Maret 2021 mencapai Rp6.445,07 triliun,” sebut Herzaky.

Terakhir, pemerintah masih harus memperbaiki kualitas demokrasi mengingat laporan The Economist Intelligence Unit yg terbit pada tahun ini menunjukkan indeks Demokrasi Indonesia pada 2020 mencapai tingkat terendah selama 14 tahun terakhir.

“Kebebasan sipil di Indonesia semakin menurun. Banyak yg merasa takut, dibungkam untuk bersuara, apalagi kalau dianggap berbeda dari apa yg dihinggakan oleh pemerintah. Ruang untuk disparitas pendapat semakin menyempit,” mengatakan Herzaky menegaskan.

Laporan Indeks Demokrasi 2020 The Economist Intelligence Unit menunjukkan Indonesia menempati peringkat ke 64 dengan skor 6.3, turun dari 6.48 pada periode sebelumnya.

Di samping laporan itu, Herzaky juga mengutip hasil survei Indikator Politik Indonesia, diumumkan Selasa (4/5), yg menunjukkan 69,6 persen responden setuju publik makin takut menyampaikan pendapatnya di muka umum.

Baca juga: Mayoritas masyarakat puas pada kinerja Jokowi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2141114/demokrat-pemerintah-punya-banyak-pr-meski-survei-kompas-positif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *