oleh

Christina sebut 33 calon dubes selesai uji kelayakan & kepatuhan

Slot SimakNews.com

Christina sebut 33 calon dubes selesai uji kelayakan & kepatuhan

,

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Christina Aryani. ANTARA/HO-Facebook DPR

Uji kepatutan & kelayakan bersifat tertutupJakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani menyatakan 33 calon duta akbar (dubes) sudah menyelesaikan uji kepatutan & kelayakan atau “fit and proper test” sejak Senin hingga dengan Rabu (12-14 Juli) di Jakarta.

“Prosesnya berjalan selama tiga hari dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, antara lain wajib menjalankan PCR setiap hari, kapasitas ruangan serta waktu rapat yg dibatasi,” mengatakan Christina dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu.

Sebanyak 33 calon dubes itu terdiri dari 29 calon dubes untuk penempatan di negara akreditasi, & tiga calon dubes di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) yaitu New York, ASEAN, & Jenewa.

Christina menyatakan pertanyaan pendalaman kepada para calon dubes diajukan oleh perwakilan dari masing-masing fraksi dalam waktu maksimal tiga menit.

“Ini memang tidak ideal, namun mengingat ada sembilan fraksi di DPR & enam calon dubes pada setiap sesinya. Langkah ini harus dijalankan, supaya durasi tiap sesi tidak melebihi waktu maksimal rapat selama masa pandemi yaitu 2,5 jam,” ujar Christina.

Usai uji kepatutan & kelayakan, selanjutnya pimpinan Komisi I DPR akan menyampaikan hasil tersebut beserta dengan pertimbangan komisi kepada Pimpinan DPR RI, untuk selanjutnya diteruskan kepada Presiden RI.

Menjadi amanat konstitusi, sebagaimana dimaktubkan dalam Pasal 13 ayat (2) UUD RI Tahun 1945 bahwa dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Lebih lanjut dalam Pasal 189 UU 13/2019 tentang Perubahan UU 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD & DPRD (“MD3”) pertimbangan dimaksud dihinggakan oleh pimpinan DPR kepada Presiden secara rahasia.

Dia mengatakan keputusan Komisi I kepada hasil uji itu ditetapkan dalam bentuk pertimbangan, yakni Komisi I berpendapat calon dubes layak untuk ditugaskan sesuai negara/organisasi nasional penempatan atau Komisi I berpendapat bahwa calon dubes layak ditugaskan sebagai dubes, dengan catatan memindahkan negara/organisasi internasional penempatannya atau Komisi I berpendapat bahwa calon dubes tidak layak untuk ditugaskan sebagai dubes.

“Uji kepatutan & kelayakan bersifat tertutup, sehingga hasilnya & apa saja yg mengemuka dalam pendalaman tidak dapat kami hinggakan keluar,” mengatakan Christina menegaskan.

Berikut ini daftar nama calon dubes RI yg akan menjalani uji kelayakan di Komisi I DPR RI:

1. Ade Padmo Sarwono untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina.
2. Bebeb AK Djundjunan untuk Republik Yunani.
3. Tatang BU Razak untuk Republik Kolombia merangkap Antigua & Barbuda, Barbados & Federasi Saint Kitts & Nevis.
4. Pribadi Sutiono untuk Republik Slowakia.
5. Siswo Pramono untuk Australia merangkap Republik Vanuatu.
6. Triyogo Jatmiko untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi & Republik Rwanda.
7. Heru Subolo untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal.
8. Okto Dorinus Manik untuk Republik Demokratik Timor Leste.
9. Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan.
10. Sunarko untuk Republik Sudan.
11. Dewi Tobing untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa.
12. Lena Maryana Mukti untuk Kuwait.
13. Ghafur Akbar Dharmaputra untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, & Georgia.
14. Rudy Alfonso untuk Republik Portugal.
15. Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO).
16. Ardi Hermawan untuk Kerajaan Bahrain.
17. Agus Widjojo untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands & Republik Palau.
18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan.
19. Fadjroel Rachman untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan.
20. Daniel TS Simanjuntak untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO).
21. Mohamad Oemar untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, & United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
22. Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC).
23. Muhammad Prakosa untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), & International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT).
24. Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk Republik Korea.
25. Zuhairi Misrawi untuk Republik Tunisia.
26. Anita Lidya Luhulima untuk Republik Polandia.
27. Rosan Perkasa Roeslani untuk Amerika Serikat.
28. Fientje Suebu untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, & Kepulauan Cook & Niue.
29. Damos Dumoli Agusman untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yg terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) & International Anti-Corruption Academy (IACA).
30. Suwartini Wirta untuk Republik Kroasia.
31. Derry MI Amman untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of South East Asia Nation (ASEAN).
32. Arrmanatha Nasir untuk Perserikatan Bangsa Bangsa & organisasi-organisasi internasional lainnya.
33. Febrian A Ruddyard Untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, World Trade Organization (WTO), & organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa.
Baca juga: Anggota DPR mengapresiasi kemampuan calon dubes dari diplomat karier
Baca juga: Komisi I DPR mengeksplorasi empat hal uji kelayakan 33 calon dubes

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2267050/christina-sebut-33-calon-dubes-selesai-uji-kelayakan-dan-kepatuhan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *