kevin2 -
in

Cerita Cah Semarang Dikontrak Adobe, Dulu Dibully Sekarang Dipuji

Online – Kevin Pramudya Utama (23) tidak pernah menyangka hasil utak-atik edit fotonya yg dulu sering diejek di kemudian hari membawanya dikontrak raksasa software grafis Adobe dengan bayaran USD 6.000 (sekitar Rp 90 juta).

“Gimana ga nyangka coba, saya itu editannya dulu cuma diejek, direndahin, & segala macem yg pokoknya jahat deh :’) eh kok dapat-dapatnya dipercaya Adobe buat bikin tutorial edit foto, sekali lagi, rencana Tuhan emang ga ada yg tau..” tulisnya dalam sebuah thread di akun Twitternya @sadness_loop.

Advertisements

Cerita yg dibagikan Kevin tentang perjalanannya berjumpa Adobe & diminta menciptakan tutorial edit foto di aplikasi Lightroom ini viral & menuai pujian.

Ingin bercerita tentang bagaimana saya yg bukan siapa-siapa ini dihubungi oleh Adobe hingga deal dikontrak & dibayar USD 6000, tetapi apakah ada yg mau mendengarkan:( pic.twitter.com/1uPX3nkCjX

— (@sadness_loop) September 10, 2020

Buat yg nyari di ig saya dimana foto-foto saya yg dihujat dulu, dah saya arsip salah satunya ada di bawah ini, sampe saya matiin komennya, ya tau jelek, cuma poin saya maksudnya kan saya edit begitu tu buat motivasi sendiri biar dapat berangkat Jepang:’) and I did it:’) pic.twitter.com/d8BjXeSd6p

— (@sadness_loop) September 11, 2020 Kevin, yg saat ini jadi WNI yg tinggal & magang di Prefektur Gunma, Jepang, menyebut menyukai fotografi sejak dulu. Dari sanalah hobinya mengutak-atik foto mulai tumbuh.

“Dari pas lulus SMK, dengan segala keterbatasan, pakai HP saya nyobain macam-macam aplikasi edit foto. Ternyata kalau didalemin, keren banget ngedit-ngedit foto ini. Tapi hasilnya dihujat gitu, ha-ha-ha…,” kisahnya saat dihubungi detikINET.

Meski sekarang dapat menertawakan masa lalunya, diakui Kevin, bullying yg dulu diterimanya cukup mempengaruhi kepercayaan dirinya dalam berkarya. Dia bahkan memutuskan untuk menyembunyikan foto-foto lamanya yg penuh ejekan di akun Instagramnya @pramudyakevin.

“Saya aslinya memang kurang pede. Tapi bully-an itu ada ngaruhnya juga. Sedih sih dulu. Jangan jahatlah sama orang. Ngomong yg baik, kalau nggak ya lebih baik diam,” ujarnya.

Awal Mula Dilirik Adobe

Kevin bercerita awal mula diajak bekerja sama dengan Adobe. Perusahaan software yg berbasis di San Jose, California, AS, ini meliriknya setelah memenangkan lomba mengedit foto.

Lulusan SMK Negeri 7 Semarang ini mengikuti lomba edit foto Lightroom yg diadakan Adobe & Japan National Tourism Organization (JNTO). Melihat karya para pesaingnya yg keren-keren, Kevin mengaku pasrah saja & tidak menyangka akan menang.

Jadi wajar, ketika tahu bahwa dua dari enam karya yg dikirimkannya jadi pemenang, Kevin menangis terharu karena bahagia bukan kepalang.

Kontes foto itu sendiri disebutkannya tidak ada hadiahnya. Tapi buat cah Semarang ini, melihat karyanya bersaing dengan ribuan foto dari berbagai negara & dipajang oleh Adobe saja, sudah jadi kebanggaan tersendiri.

kevin 1599912252 -

“Karya saya dipajang di Adobe ya seneng bukan main. Begitu aja udah bersyukur banget,” kenangnya.

Tapi ternyata, kejutan belum selesai. Kemenangan ini membuka jalan bagi Kevin & pihak Adobe bertemu. Beberapa hari setelahnya, dia dihubungi oleh Adobe yg mengajaknya bekerja sama menciptakan tutorial editing di Lightroom & dibayar USD 6.000.

Dimulai dari Nol

Di balik tutorial edit foto yg sering ditemui di aplikasi Lightroom, ada kerja keras para tutorial maker yg menciptakannya. Kevin jadi salah satu yg merasakan pengalaman ini.

Setiap hari, setelah pulang bekerja pukul 7 malam, Kevin mengerjakan proyek tutorial yg diminta Adobe hingga larut malam, bahkan sering hingga pagi. Selain itu, Kevin mengaku cuma bermodal dari belajar secara otodidak.

“Saya bener-bener dari nol. Nggak tahu apa-apa, baru perdana kali disuruh buat tutorial edit foto gini,” ujarnya.

Hasil akhir tutorial dari para maker di Lightroom itu juga melalui proses revisi berkali-kali hingga hal-hal paling mendetail.

“Revisinya berulang kali hingga approved. Sampai part kecil pun mereka revisi, misal kata-katanya kurang menarik. Apalagi pakai bahasa Inggris, bagusnya gimana. Lalu harus ada alasan kenapa ditambah exposure-nya, kasih judul & segala macam,” urainya.

Lelah itu pun terbayar dengan karya tutorialnya kini mejeng di Adobe Lightroom. Menengok ke belakang, Kevin bersyukur bully-an yg dulu diterimanya justru menciptakannya lebih kuat.

“Dipatahin bagaimanapun, saya lebih memilih fokus wujudin mimpi saya sendiri, dari yg cuma disebut tukang mimpi jadi Kevin Pramudya Utama yg sekarang dipajang jelas di software Lightroom sebagai salah satu tutorial maker,” katanya.

Disebutkan Kevin, fotografi memang bukan bidang yg sesuai dengan latar belakang akademisnya. Tapi dia menemukan kesenangan & kesayangan tersendiri pada fotografi & harap jadi profesional di bidang ini.

“Saya lulusan SMK jurusan teknik audio video. Pekerjaan sehari-hari di pengelasan semirobot. Nggak nyambung ya. Tapi saya banyak belajar dari YouTube, nyoba-nyobain. Saya mau jadi lebih profesional di fotografi. Nantinya pengin jadi fotografer yg kerja sama dengan berbagai macam brand,” harapnya.

kev 1599912255 -

Karya-karya Kevin dapat dilihat di akun Instagramnya @pramudyakevin.

Tips Buat yg Suka Edit Foto

Buat kalian yg juga hobi mengutak-atik aplikasi edit foto, tidak ada salahnya coba mempelajari lebih dalam seperti yg dilakukan Kevin. Kreativitas ini dapat buat nambah uang jajan loh.

Kevin mengaku akan terus mengasah kemampuannya & tidak tertutup kemungkinan ada rencana berjualan preset Lightroom hasil karyanya.

“Ya mungkin aja (jual preset Lightroom), buat nambah uang jajan, ha-ha-ha…,” mengatakan Kevin.

“Pengin terus diasah lagi. Sudah punya tone warna basic-nya. Pengin supaya orang nanti kalau lihat yg warnanya kayak gini tuh, oh ini foto-fotonya Kevin,” sambungnya.

Dia pun berbagi tips bagi yg hobi mengedit foto supaya tidak bosan melatih kemampuan. Menurutnya, sangat penting bagi seorang maker untuk mencoba semua tools yg ada.

“Cobain semua tools di Lightroom. Setiap tools itu ada fungsinya, yg rajin aja ngutak-atiknya. Saya suka perhatiin orang kurang ngulik di kurvanya, padahal ini salah satu rahasianya. Saya suka lihat ada preset kayak gini, gimana ya caranya dapat dapat warnanya kayak gini, diulik kurvanya nanti akan ketemu warnanya,” sarannya.

Belajar dari pengalamannya yg sering merasa tidak pede, Kevin menyemangati siapa saja yg sedang menekuni sesuatu, khususnya bidang fotografi & edit foto, supaya percaya diri dalam memaksimalkan potensinya.

“Walaupun saya sendiri orangnya nggak pedean, saya mau bilangin ke teman-teman, harus percaya sama kemampuan sendiri. Tiap orang punya potensinya masing-masing, tinggal dimaksimalin, dilatih terus,” tutupnya.(detikcom/artikelasli)

Report

What do you think?

710 points
Upvote Downvote

Written by Agen Slot

Agen Slot Online Terbaru 2020

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0