oleh

Cendekiawan harapkan Indonesia tekan AS agar Israel hentikan serangan

Slot SimakNews.com – Cendekiawan harapkan Indonesia tekan AS agar Israel hentikan serangan,

Api & asap membubung selama serangan udara Israel di tengah maraknya kekerasan Israel-Palestina, di Jalur Gaza selatan (11-5-2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa/aww.)

Jakarta (ANTARA) – Cendekiawan muslim Indonesia Prof Azyumardi Azra mendorong pemerintah Indonesia supaya terus menekan Amerika Serikat supaya Israel menghentikan serangannya kepada Palestina.

“Kita ikut bersalah kalau membiarkan itu. Kalau dikatakan itu cuma urusan orang Arab, kita salah,” mengatakan dia melalui keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Kamis.

Oleh sebab itu, lanjut dia, dunia internasional diharapkan dapat terus mendorong penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui berbagai cara. Indonesia, sebagai negara yg cukup diperhitungkan dapat berperan lebih supaya perdamaian terwujud.

Azyumardi Azra intelektual muslim yg juga pemerhati sejarah menilai apa yg Israel lakukan kepada Palestina mengulangi yg mereka rasakan pada perang dunia kedua & sebelumnya. Saat itu, 11 juta orang meninggal & enam juta di antaranya bangsa Yahudi.

Baca juga: DMI serukan masjid galang sumbangan untuk Palestina
Baca juga: Moeldoko: Sikap Indonesia kepada Palestina tidak pernah berubah
Baca juga: Indonesia harap penghentian kekerasan yg berkelanjutan di Gaza

Yahudi mengpakai istilah pogrom untuk menyebut apa yg mereka rasakan saat itu. Sekarang, Palestina merasakan hal yg sama. Israel juga menghancurkan berbagai fasilitas publik termasuk rumah ibadah & sarana kesehatan.

“Apa yg terjadi hari ini di Gaza adalah pogrom yg dilakukan orang yg awalnya jadi korban pogrom,” mengatakan Azyumardi.

Ia menegaskan serangan Israel ke Palestina tidak dapat dibiarkan. Narasi serangan ke Palestina tidak dapat dibenarkan & harus terus disuarakan.

Menurutnya, pernyataan sikap bersama Indonesia, Malaysia & Brunei Darussalam yg mengutuk serangan militer di Palestina tidaklah cukup.

“Saya meminta Presiden Jokowi menelepon Joe Biden. Indonesia ini diperhitungkan Amerika Serikat, jadi segera telepon Joe Biden,” tegasnya.

Negara-negara lain juga dapat serius mengancam membekukan hubungan diplomatik dengan Israel. Langkah selanjutnya adalah rekonsiliasi Fatah-Hamas, perang saudara di Palestina yg sudah berlangsung sejak 2006.

“Selama Fatah & Hamas berkelahi, selama itu Israel mengerjakan pogrom,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor IAIN Salatiga Sidqon Maesur yg cukup lama bekerja di Mesir mengaku sempat berbincang dengan juru runding Israel. Perdamaian Arab & Israel sering menemui jalan buntu karena masing-masing menuntut keadilan & haknya.

“Israel & Arab saling punya syarat yg sulit diterima. Israel mengatakan kalau mau berdiri negara Palestina silakan, tetapi jangan ada tentara. Mereka khawatir,” ujar dia.

Sebagaimana Azyumardi, Sidqon juga berharap Indonesia dapat lebih berperan dalam menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Sebab, konflik ini tidak dapat diselesaikan orang Arab saja.

Pendiri Setara Institute yg juga aktivis hak asasi manusia (HAM) Hendardi menilai baik Palestina maupun Israel berkontribusi pada konflik. Tidak ada pihak paling benar. Konflik semakin rumit karena ada narasi perang agama.

Hendardi juga mengecam fakta bahwa Israel menghabisi manusia, termasuk anak-anak & perempuan.

“Apa yg dilakukan Israel bukan cuma perebutan tanah, tetapi penghancuran kemanusiaan. Israel mengabaikan jaminan proteksi hak asasi manusia dalam perang. Sekalipun perang, semestinya tetap patuh hukum hak asasi manusia,” mengatakan Hendardi.

Selain membunuh anak-anak & perempuan, serangan Israel juga menghancurkan sarana & prasarana kesehatan. Banyak tenaga medis yg ikut jadi korban. Hal itu jelas melanggar Konvensi Jenewa yg juga ditandatangani Israel.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2167046/cendekiawan-harapkan-indonesia-tekan-as-agar-israel-hentikan-serangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *