oleh

Cegah terorisme, BNPT perkuat sinergi dengan tokoh masyarakat Merauke

Slot SimakNews.com – Cegah terorisme, BNPT perkuat sinergi dengan tokoh masyarakat Merauke,

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar (empat dari kanan) saat kegiatan Silaturahim Kebangsaan BNPT RI bersama forkopimda, tokoh masyarakat, & tokoh agama Kabupaten Merauke, Papua,, Kamis (24/6/20210. ANTARA/HO-BNPT.

Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, & masyarakat Merauke untuk memperkuat pencegahan berkembangnya paham radikal intoleran yg mengarah pada terorisme.

Sinergi ini penting supaya upaya pencegahan itu lebih efektif & maksimal, begitu dihinggakan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat kegiatan Silaturahim Kebangsaan BNPT RI bersama forkopimda, tokoh masyarakat, & tokoh agama Kabupaten Merauke di Merauke, Papua, Kamis.

“Hari ini yg terpenting adalah bagaimana kita bersama sama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan yg ada kita memaksimalkan, mengefektifkan upaya-upaya pencegahan berkembangnya paham radikal intoleran yg mengarah pada terorisme di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Merauke,” ujarnya dalam keterangan pers.

Lebih lanjut Boy Rafli mengatakan selama ini, penanganan terorisme yg dilakukan aparat TNI/Polri merupakan dari sisi penegakan hukum. Di sisi lain, juga dibutuhkan upaya pencegahan yg dilaksanakan oleh berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu upaya soft approach atau pencegahan yg harus dilakukan adalah mengerjakan penguatan kepada seluruh masyarakat sehingga tidak ada satu pun kekerasan yg terjadi & berdampak menimbulkan korban jiwa, termasuk di tanah Papua.

Ia melanjutkan, sebagai rasa bentuk tanggung jawab, negara harus menemukan cara yg efektif supaya kekerasan itu tidak berdampak pada kesengsaraan masyarakat. Sedangkan proses yg terkait dengan penegakan hukum dari pihak masyarakat yg bersenjata tetap dilaksanakan oleh Polri & TNI.

Intinya, tujuan utamanya adalah bagaimana negara jadi kuat dalam meniadakan perilaku kekerasan apalagi terorisme.

Baca juga: BNPT ajak warga Papua waspadai terorisme & radikalisme

Baca juga: BNPT beri masukan ke Freeport antisipasi terorisme

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut ia memaparkan bahwa tujuan dari pemerintah membangun Papua adalah untuk membangun kesejahteraan. Pemerintah sudah 20 tahun memberikan daerah otonomi spesifik sejak 2001 & sudah banyak program yg dijalankan dengan tujuan untuk menyejahterakan masyarakat Papua walaupun perlu banyak evaluasi yg dilakukan.

“Hal ini perlu dukungan dari tokoh agama, tokoh adat. Kita perlu mencari formasi yg baik supaya terciptanya Papua yg aman, damai, sejahtera, bahagia,” tutur mantan Kapolda Papua itu.

Boy juga mengungkapkan, BNPT terus menggagas upaya moderasi dalam beragama. Salah satunya dengan bekerja sama dengan gugus tugas pemuka agama yg ada di Indonesia, dalam hal ini Lembaga Persaudaraan Ormas Keagamaan (LPOK).

Terkait Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Boy mengatakan pendekatan & dialog tetap jadi sesuatu yg dikedepankan. Tetapi diakui untuk menjawab persoalan itu sangat tidak mudah. Perlu usaha, perlu koneksi secara langsung supaya mereka yg sudah teridentifikasi.

“Kami sedang mencari jalur komunikasi ke pihak mereka. Kita harus membangun komitmen supaya kekerasan yg berdampak lahirnya korban jiwa harus kita hentikan tanpa syarat. Karena kita semua adalah makhluk Tuhan yg harap hidup sejahtera, harap hidup bahagia di dunia,” tutur-nya.

Boy juga mengungkapkan bahwa proses penyebarluasan paham radikal intoleran ini terus berlangsung hingga hari ini. Mulai dari mengembangkan paham intoleran, membentuk entitas yg sifatnya eksklusif & bergabung dalam kelompok-kelompok & kemudian kelompok-kelompok itu sudah jadi kelompok teroris yg sudah dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pengadilan negeri, yaitu Jamaah al Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD) & ISIS.

Baca juga: BNPT ajak masyarakat Papua gelorakan semangat sayang damai

Baca juga: BNPT sebut Papua damai & sejahtera kalau keamanan terjamin

Ia mengungkapkan bahwa JAD adalah organisasi terlarang, namun mereka berhasil merekrut secara diam-diam, mencari teman di Indonesia. Mereka mengerjakan ini untuk memperluas jejaring mereka, termasuk di Merauke kemarin.

“Oleh karena itu kita memilih Merauke karena salah satunya kita perlu berjumpa dengan tokoh masyarakat di Merauke karena perlu ada yg kita sikapi ke depan, karena intoleran radikalisme yg dikembangkan oleh pengusung ideologi terorisme tidak berhenti hari ini,” katanya.

Apalagi di tengah maraknya penggunaan teknologi informasi media sosial, hal itu jadi bagian yg mempermudah komunikasi mereka baik antar-negara maupun antar-pulau.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2230890/cegah-terorisme-bnpt-perkuat-sinergi-dengan-tokoh-masyarakat-merauke

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *