Categories: Umum

Cak Imin: Tinjau ulang rencana terapkan PPN Bahan Pokok

Published by
donosaurus

Slot SimakNews.com – Cak Imin: Tinjau ulang rencana terapkan PPN Bahan Pokok,

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin. ANTARA/HO-DPR RI

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah tinjau ulang rencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi bahan pokok (sembako) yg tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum & Tata Cara Perpajakan (KUP).

“Saya kira perlu ditinjau ulang. Apalagi kebijakan tersebut digulirkan di masa pandemik & keadaan perekonomian saat ini yg sedang sulit,” mengatakan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, rencana kebijakan tersebut berpotensi semakin memberatkan kehidupan masyarakat & kontraproduktif dengan upaya pemerintah menekan ketimpangan melalui reformasi perpajakan dalam revisi UU KUP.

Dia menilai kalau bahan pokok dikenakan PPN maka akan membebani masyarakat karena saat ini pedagang pasar sedang mengalami kondisi sulit, lebih dari 50 persen omzet dagang menurun.

“Kalau sembako dihilangkan dari kelompok tipe barang yg tidak dikenakan PPN tentu saja merugikan masyarakat karena barang kebutuhan pokok sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Legislator kritisi rencana PPN pada sembako

Baca juga: Koalisi Kedaulatan Pangan: PPN untuk sembako harus opsi terakhir

Ketua Umum DPP PKB itu menilai kalau sembako terkena PPN maka akan berlaku teori efek domino, yaitu masyarakat menurun daya belinya khususnya pekerja/karyawan perusahaan, & perekonomian makin sulit untuk bangkit.

Di sisi lain menurut dia, pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan membebaskan PPN 0 persen bagi barang impor kendaraan & properti untuk menggairahkan perekonomian supaya usaha-usaha tersebut dapat bangkit kembali sehingga daya beli konsumen meningkat.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah saat ini masih tetap fokus memulihkan ekonomi sehingga dirinya sangat menyayangkan adanya kegaduhan di masyarakat terkait isu sembako dikenakan PPN.

“Pemerintah benar-benar mengpakai instrumen APBN karena memang tujuan kita adalah pemulihan ekonomi dari sisi ‘demand side’ & ‘supply side’,” mengatakan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, draf RUU KUP baru dikirimkan kepada DPR, namun belum dibahas sehingga sangat disesalkan munculnya kegaduhan mengenai isu pengenaan PPN untuk sembako.

Terlebih menurut dia, draf RUU KUP bocor & tersebut ke publik dengan aspek-aspek yg terpotong & tidak secara utuh sehingga menyebabkan kondisi “kikuk”.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2204466/cak-imin-tinjau-ulang-rencana-terapkan-ppn-bahan-pokok

donosaurus

Daftar situs judi slot online terpercaya di MNCCash. Banyak bonus menarik akan anda dapatkan. Daftar sekarang juga

Published by
donosaurus
Tags: politik

Recent Posts

Ajun Perwira Masih Berharap Jennifer Jill Direhabilitasi

Slot SimakNews.com - Ajun Perwira Masih Berharap Jennifer Jill Direhabilitasi, Ajun Perwira & istri, Jennifer…

21 menit ago

Profil Apriyani Rahayu, Putri Konawe yg Menang Medali Emas di Olimpiade Tokyo

Slot SimakNews.com - Profil Apriyani Rahayu, Putri Konawe yg Menang Medali Emas di Olimpiade Tokyo,…

21 menit ago

BREAKING : Sumbangan Rp2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio Ternyata Penipuan

Slot SimakNews.com - BREAKING : Sumbangan Rp2 Triliun dari Keluarga Akidi Tio Ternyata Penipuan, Online…

21 menit ago

Wagub Sumbar sebut sejak PPKM kasus COVID-19 sedikit membaik

Slot SimakNews.com - Wagub Sumbar sebut sejak PPKM kasus COVID-19 sedikit membaik, Wakil Gubernur Sumatera…

21 menit ago

PAN memproses PAW anggota DPRD Surabaya meninggal karena COVID-19

Slot SimakNews.com - PAN memproses PAW anggota DPRD Surabaya meninggal karena COVID-19, Ketua DPD PAN…

21 menit ago

Menteri PPN: “Smart City” tidak selalu diawali infrastruktur digital

Slot SimakNews.com - Menteri PPN: "Smart City" tidak selalu diawali infrastruktur digital, Tangkapan layar ketika…

21 menit ago