oleh

Bukunya jadi antaran lamaran nikah, Denny JA: Inspiratif

-Umum-1 views

Buku puisi esai “Atas Nama Cinta” karya Denny JA, beserta buku karya Jalaluddin Rumi, Omar Kayam, & Farid Ud-din Attar, jadi isi dari antaran pernikahan. ANTARA/dokumentasi pribadi Denny J.A.

Jika buku yg dimaksud adalah sastra, angkanya lebih buruk lagi.Jakarta (ANTARA) – Denny Januar Ali mengaku bangga mendengar bahwa buku puisi esai karyanya yg berjudul “Atas Nama Cinta” dijadikan sebagai antaran lamaran perkawinan sekaligus menyebutnya sebagai langkah yg inspiratif.

beincash

“Sungguh tak biasa, tetapi inspiratif, buku jadi isi dari anteran pernikahan. Biasanya anteran perkawinan itu berisi kosmetik, fesyen, perhiasan. Ini anteran nikah berupa buku,” mengatakan Denny J.A., dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu.

Adalah seorang pensayang buku bernama Anto, atau lengkapnya Paramaragarjito Budi Irtanto, S.E., M.Sc., lulusan Fakultas Ekonomi UI & LSE, London.

Baca juga: Paslon “SanDi” unggul dalam hitung cepat JIP-LSI Denny JA

Dikisahkan Denny, putra dari Trisabdo Iryanto & Asih Budiningsih yg rajin membaca itu sudah bersepakat dengan Ila, calon istrinya, bahwa untuk antaran lamarannya akan memberikan berbagai buku.

Buku puisi esai “Atas Nama Cinta” karya Denny J.A., beserta buku karya Jalaluddin Rumi, Omar Kayam, & Farid Ud-din Attar, jadi isi dari antaran perkawinan tersebut.

“Ini peristiwa unik yg perlu ditradisikan, treutama pada era kultur membaca buku yg makin menurun,” katanya.

Menurut Denny, berdasarkan hasil riset banyak lembaga kredibel, yakni Pew Research & Gallup Poll bahwa kini buku makin tak dibaca.

Pada tahun 1978, penduduk Amerika Serikat yg tak membaca satu buku pun pada tahun sebelum riset cuma 8 persen.

Pada tahun 2015, pertanyaan yg sama diajukan, & ternyata yg tak membaca buku meningkat 23 persen.

Artinya, mengatakan dia, satu dari empat orang Amerika Serikat sudah tak lagi membaca buku.

“Jika buku yg dimaksud adalah sastra, angkanya lebih buruk lagi,” ujarnya.

Baca juga: Denny JA luncurkan delapan serial film era virus corona

Riset yg dilakukan oleh National Endowment untuk populasi Amerika Serikat pada tahun 1982, yg membaca setidaknya satu buku sastra, baik puisi, cerpen, drama, maupun novel, masih mayoritas, yakni 56,9 persen.

Pada tahun 2015, pertanyaan yg sama diajukan, & ternyata yg membaca minimal satu buku sastra merosot cuma 43,1 persen.

Dengan mengatakan lain, mengatakan Denny, mayoritas penduduk Amerika Serikat tak lagi membaca satu pun buku sastra.

“Jika di Amerika Serikat mengalami penurunan, yg tradisi membacanya kuat, apalagi di Indonesia,” katanya.

Oleh karena itu, ujar Denny, kisah perkawinan Anto & Ila pada awal tahun ini, tepatnya 18 Januari 2021, dengan antaran lamarannya berupa buku tentu jadi menarik.

“Saya bertambah senang, dalam antaran lamaran menikah itu, ada pula buku karya saya, ‘Denny JA: Atas Nama Cinta’. Ini buku yg mengawali gerakan puisi esai di Indonesia,” pungkas Denny.

Baca juga: Sambut 75 tahun RI, Resto Bunga Rampai bikin perkembangan kuliner

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2005129/bukunya-jadi-antaran-lamaran-nikah-denny-ja-inspiratif

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *