oleh

Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama

Slot SimakNews.com – Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama,

Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Sebagai manusia, setiap orang memiliki keterikatan sosial kepada keluarga, kampung halaman, negara, & tentunya pada agama.Jakarta (ANTARA) – Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yg kerap disapa Romo Magnis mengatakan jangan menyuruh atau mengarahkan masyarakat untuk memilih agama atau Pancasila.

“Misalnya, saya ditanya pilih ajaran Katolik atau Pancasila, itu pertanyaan apa?” mengatakan Romo Franz pada webinar dengan tema Pancasila: Tandingan Agama atau Etika Kebangsaan? di Jakarta, Sabtu.

Ia menilai adanya pertanyaan memilih Pancasila atau agama sama saja dengan menggerogoti kesetiaan seseorang pada Pancasila karena memberi kesan memilih agama atau Pancasila.

“Jadi, yg menciptakan pertanyaan ini sendiri sebenarnya tidak Pancasilais,” mengatakan Romo Franz.

Jika pertanyaan yg sama ditujukan kepada umat Islam memilih Pancasila atau Alquran, hal itu berbahaya & perlu diselidiki.

Pancasila lahir bukan untuk bersaing dengan agama mana pun sehingga ke depan tidak pernah ada lagi pertanyaan-pertanyaan memilih Pancasila atau agama maupun kitab suci.

Baca juga: Gubernur NTB : Agama & Pancasila jangan dipertentangkan

Romo Franz juga meminta Pancasila tidak dilebih-lebihkan, apalagi sudah mengarah pada hal politis. Masalahnya, akan kontraproduktif karena meminta seseorang memilih Pancasila atau agama.

Untuk jadi orang Indonesia, setiap orang tidak perlu melepaskan identitasnya masing-masing apakah itu suku, apalagi mengompromikan agama atau keyakinan.

Sebagai manusia, mengatakan dia, setiap orang memiliki keterikatan sosial kepada keluarga, kampung halaman, negara, & tentunya pada agama.

Persoalan memilih Pancasila atau Alquran perdana kali mencuat dalam tes wawasan kebangsaan yg dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron sendiri mengaku tidak mengetahui adanya materi soal yg mempertanyakan tentang memilih Pancasila atau Alquran.

“KPK & saya tidak tahu tentang materi soalnya, metode & bagaimana prosedur evaluasinya, semuanya kami pasrahkan ke Badan Kepegawaian Negara,” katanya.

Baca juga: FKPPI Papua: Pancasila mempersatukan suku & agama di Indonesia

Baca juga: Megawati: Masih ada yg pertentangkan agama & Pancasila

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2221106/budayawan-jangan-suruh-masyarakat-pilih-pancasila-atau-agama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *