oleh

BSMI desak perbatasan Gaza dibuka untuk bantuan

Gedung Al-Jalaa yg menampung kantor media Associated Press (AP) & Al Jazeera runtuh setelah serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu (15-5-2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem/rwa.

Israel harus segera menghentikan semua tindakan kekerasan di Gaza & Al Quds tanpa syarat.Jakarta (ANTARA) – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mendesak supaya perbatasan Gaza dapat dibuka untuk memberikan akses bantuan, khususnya kesehatan & logistik. Ketua Umum DPN BSMI M. Djazuli Ambari dalam rilisnya di Jakarta, Minggu, mengatakan ratusan korban wafat & ribuan korban luka memerlukan bantuan kesehatan mendesak. BSMI juga mendesak dunia untuk menolong Palestina sebab fasilitas kesehatan di Gaza terancam kolaps menangani korban serangan Israel. Menurut sukarelawan BSMI di Gaza, yg paling diperlukan adalah bantuan medis berupa obat-obatan, kursi roda, serta logistik, baik untuk pasien, tenaga kesehatan, maupun warga yg kehilangan rumah.

“Selain itu, bantuan dokter spesialis akibat load yg tinggi di fasilitas kesehatan di Gaza,” mengatakan Djazuli.

Baca juga: KSPI batasi peserta aksi solidaritas buruh untuk Palestina

Berdasarkan keterangan dari sukarelawan BSMI di Gaza & Al Quds, saat ini kebutuhan yg mendesak adalah perawatan para korban terluka akibat serangan Israel. Selain itu, bantuan logistik juga diperlukan bagi mereka yg kehilangan rumah & tempat tinggal. Djazuli mendesak Dewan Keamanan PBB & organisasi internasional supaya Israel menghentikan tindakan agresinya di Gaza & Al Quds, Yerusalem. Djazuli juga menyayangkan tindakan Amerika Serikat (AS) yg memblokir rapat darurat Sidang Keamanan PBB terkait dengan serangan Israel ke Palestina. “Kami desak Dewan Keamanan PBB segera bertindak. Sikap AS yg enggan menggelar rapat darurat Sidang DK PBB amat disayangkan sebab serangan yg dilakukan pada saat umat Islam menggelar ibadah pada bulan Ramadan & Idulfitri,” katanya. Menurut dia, banyak korban anak-anak & perempuan yg nonkombatan akibat serangan tersebut. Hal itu merupakan pelanggaran yg nyata kepada Konvensi Jenewa 1949. Djazuli menegaskan supaya Israel harus segera menghentikan semua tindakan kekerasan di Gaza & Al Quds tanpa syarat. Selain itu, Israel harus bertanggung jawab atas kerusakan & jatuhnya korban jiwa akibat perbuatan mereka, baik secara hukum, moril, maupun materiel.

Baca juga: Bella Hadid ikuti aksi dukung Palestina di New York Djazuli mengapresiasi & mendukung sikap pemerintah Indonesia yg langsung merespons keras tindakan Israel. Ia berharap pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dapat menggalang & menyatukan semua komponen bangsa di Indonesia untuk memberikan tekanan lebih kuat ke dunia. “Termasuk dalam mengirim bantuan setelah kemarin dapat mengirim bantuan ke India, kini kami menunggu komitmen pemerintah dapat mengirim bantuan juga untuk masyarakat Palestina,” ujar Djazuli.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2158134/bsmi-desak-perbatasan-gaza-dibuka-untuk-bantuan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *