oleh

BPIP sebut sistem pengukuran penting untuk “nation building”

Slot SimakNews.com

BPIP sebut sistem pengukuran penting untuk “nation building”

,

Tangkapan layar ketika Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto (AWS) memberi sambutan dalam workshop”Implementasi Skala Mikro Indeks Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dengan Global Sevilla” yg diselenggarakan secara daring, Jumat. (20/8/2021). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Jakarta (ANTARA) – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto (AWS) menyatakan bahwa pembentukan sistem pengukuran dalam tataran mikro penting untuk proses pembangunan bangsa (nation building).

“Pengukuran adalah faktor kunci untuk mengetahui apakah kegiatan-kegiatan yg kita lakukan memberi nilai tambah atau tidak,” mengatakan Sudhamek ketika memberi sambutan dalam workshop “Implementasi Skala Mikro Indeks Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dengan Global Sevilla” yg diselenggarakan secara daring, Jumat.

Baca juga: Kepala BPIP laporkan kepada Presiden soal pembinaan ideologi Pancasila

Menurut Sudhamek, kesalahan yg dilakukan oleh pemerintah di masa lalu adalah terlalu berfokus pada pengukuran dalam skala makro. Padahal berdasarkan pengamatan Sudhamek, Indonesia memiliki infrastruktur & berbagai sumber daya yg memungkinkan negara untuk menjangkau pengukuran hingga ke tahap mikro.

Pentingnya mengetahui sejauh mana nilai-nilai kebangsaan sudah tertanam pada tataran mikro ialah untuk mengevaluasi apakah cita-cita bangsa Indonesia pada tataran makro sudah terwujud di elemen dasar suatu negara.

“Karenanya Kemendikbud (Kementerian Pendidikan & Kebudayaan), BPIP, Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), & lain-lain harus bersatu dalam merumuskan sistem pengukuran skala mikro untuk nation building, utamanya character building,” tuturnya.

Kemudian, setelah sistem pengukuran berhasil dirumuskan, estafet tanggung jawab untuk mengerjakan pengukuran akan diberi kepada masing-masing sekolah, baik pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan di tingkat Perguruan Tinggi (PT).

“Pada pendidikan informal juga harus terukur,” ucap Sudhamek menambahkan.

Baca juga: Presiden harap Pancasila dibumikan dengan cara baru yg kekinian

Adapun langkah perdana sebelum menentukan sistem pengukuran nilai-nilai kebangsaan adalah mendefinisikan apa saja yg akan dijadikan ukuran, kemudian menentukan bagaimana metode pengukurannya.

“Itu memang harus disusun dalam kerangka sebuah sistem & perlu mengalami proses perbaikan yg berkelanjutan,” ucapnya.

Ia meyakini, apabila pengukuran berlangsung dengan lancar & sesuai dengan ekspektasi, maka proses ini akan jadi batu pijakan penting bagi bangsa & negara. Sedangkan, apabila pengukuran tidak berhasil diimplementasikan, maka pembangunan bangsa akan stagnan pada titik saat ini.

“Karena kita mengukur tabiat bangsa pada tataran mikro, ke siswa-siswa didik kita. Jadi ini adalah pekerjaan yg strategis & mulia,” tutur Sudhamek.

Baca juga: BPIP tanamkan nilai-nilai Pancasila melalui Pancamain

Baca juga: BPIP sebut keadilan sosial jadi landasan pembangunan Indonesia timur

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2340130/bpip-sebut-sistem-pengukuran-penting-untuk-nation-building

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *