oleh

Bom Asap Bikin Pemain Ini Terbuang dari Chelesa

Slot Informasi, Indonesia – Fan Chelsea mungkin asing dengan nama Jacob Mellis. Mungkin tidak cuma fan The Blues yg tak kenal dengan nama pemain satu ini. Wajar, Mellis saat ini cuma pemain untuk klub kecil, Southend United. Padahal, ia adalah produk akademi Chelsea.

Mellis satu angkatan dengan Daniel Sturridge. Ia sempat dimainkan oleh Carlo Ancelotti saat The Blues melawan MK ilina di babak fase grup Liga Champions 2009-10.

Dukung Palestina, Mohamed Elneny Mendapat AncamanDukung Palestina, Mohamed Elneny Mendapat Ancaman

Nahas bagi Mellis, kariernya di Chelsea berantakan karena ulah isengnya dengan bom asap. Mellis meninggalkan Stamford Bridge pada 2012 setelah meledaknya bom asap di tempat latihan. Mellis-lah pelaku yg mencabut pin dari granat asap tersebut.

“Saat itu cuma hari latihan seperti biasanya,” kenang Mellis seperti dikutip Slot Informasi dari Daily Mail, Minggu (16/5/2021).

“Akhir pekan sebelumnya, kami para pemain muda sempat bermain paintball & salah satu anak membawa bom asap. Bom itu ada di loker. Saya tidak tahu apa yg kemudian terjadi, tetapi saya memang menarik pin & asap mulai memenuhi tempat latihan,” ucapnya.

Pemain yg membawa bom asap itu menurut Mellis adalah Billy Clifford, pemain 28 tahun & sekarang bermain di Havant and Waterlooville.

“Saya mencoba membuka jendela tetapi jelas sudah terlambat & alarm kebakaran sudah berbunyi. Jadi saya berteriak, argh tidak,”

Mellis kemudian menjelaskan bahwa kepala regu muda Chelsea saat itu, Neil Bath bertanya siapa pelakunya.

“Neil bertanya siapa pelakunya. Saya bilang saya menarik pin dari granat itu, saya tidak tahu apa fungsinya. Yang kemudian terjadi, itu cuma lelucon bodoh yg salah,” ungkapnya.

Pihak manajemen kemudian menghukum Clifford & Mellis. Clifford cuma mendapat sanksi denda tetapi tidak untuk Mellis. Ia kemudian merasa terasing di Chelsea karena semua orang sering membicarakan dirinya.

“Saya merasa dikucilkan saat itu. Saya merasa semua orang membicarakan saya di belakang. Selama bertahun-tahun saya sering membiarkan orang lain menilai saya,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *