oleh

BNPT: Pemuka agama ujung tombak pencegahan paham radikal & terorisme

Slot SimakNews.com

BNPT: Pemuka agama ujung tombak pencegahan paham radikal & terorisme

,

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid. ANTARA/dokumentasi pribadi

Maraknya radikalisme ini merupakan cermin dari krisis spritualisme.Jakarta (ANTARA) – Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid mengatakan para pemuka agama merupakan ujung tombak dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di tengah masyarakat.

“Selama ini kelompok radikal terorisme dalam mengerjakan penyebaran pahamnya sering membungkusnya dengan motif agama. Padahal, hal tersebut tentunya sangat merugikan & juga memfitnah agama tersebut,” mengatakan Ahmad Nurwakhid dalam keterangan tertulis yg diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Maka, keberhasilan penanggulangan radikal terorisme yg mengatasnamakan agama, menurut dia, ujung tombaknya ada pada para pemuka agama.

“Maraknya radikalisme ini merupakan cermin dari krisis spritualisme,” mengatakan Ahmad Nurwakhid pada acara Muhasabah BNPT RI dengan Gugus Tugas Pemuka Agama BNPT RI dalam rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme bersama tokoh ormas keagamaan yg tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) & Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) yg berlangsung di Sekretariat LPOI-LPOK, Jakarta, Jumat (28/5).

Baca juga: BNPT akui diminta bantu “profiling” dalam TWK pegawai KPK

Direktur Pencegahan BNPT itu juga mengimbau para tokoh pemuka lintas agama untuk senantiasa mendoakan keberhasilan & kesuksesan penanggulangan radikalisme terorisme yg sudah diusahakan melalui program Gugus Tugas Pemuka Agama.

“Permasalahan radikal terorisme adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan elemen bangsa ini. Semua agama meyakini bahwa seseorang tidak akan jadi sadar & moderat tanpa hidayah dari Tuhan YME,” mengatakan alumnus Akpol tahun 1989 ini.

Mantan Kepala Bagian Banops Densus 88/Antiteror Mabes Polri ini mengatakan bahwa semua tokoh pemuka agama hendaknya lebih menonjolkan hal-hal yg sifatnya spiritual, yg tercerminkan dalam perilaku akhlakul karimah (akhlak yg terpuji), serta terus menyampaikan hal-hal baik tersebut kepada umat.

“Perlu dihinggakan kepada umat bahwa semua aksi radikalisme & terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apa pun tetapi terkait dengan pemahaman & cara beragama yg menyimpang,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa aksi radikalisme adalah musuh semua agama karena semua aksi terorisme & radikalisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai & prinsip agama yg menjaga persatuan, perdamaian, & rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam).

“Aksi terorisme & radikalisme ini dapat menimbulkan fitnah, perpecahan, & juga jadi musuh negara. Hal itu bertentangan dengan konsesus atau perjanjian bangsa ini, yaitu Pancasila,” ujarnya.

Baca juga: Komisi III: BNPT antisipasi penyebaran radikalisme melalui medsos

Sementara itu, Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) H. Denny Sanusi menyampaikan harapannya untuk sinergi antara LPOI & LPOK bersama BNPT yg ke depannya dengan mengerjakan pengenalan ke bawah, khususnya pada komunitas keagamaan masing-masing, & memberikan pengertian betapa berbahayanya paham radikalisme & terorisme ini.

“Ajaran agama merupakan ajaran penuh kasih sayang, tidak ada ajaran agama yg mengajarkan hal negatif. Kalaupun ada, itu cuma oknum. Oleh karena itu, radikalisme adalah musuh kita bersama,” katanya.

Dalam kesempatan yg sama Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Dr. K.H. Anwar Sanusi berharap Gugus Tugas Pemuka Agama yg sudah dibentuk BNPT makin menguatkan upaya pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di semua agama.

“Melalui Gugus Tugas Pemuka Agama ini, insyaallah, kami dapat mencegah adanya paham radikal terorisme di tengah masyarakat yg sengaja dilakukan oleh oknum tertentu yg miskin kepada spiritual,” ujar Anwar Sanusi.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2181474/bnpt-pemuka-agama-ujung-tombak-pencegahan-paham-radikal-dan-terorisme

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *