oleh

BK DPRD Solok rekomendasikan mencopot Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD

Slot SimakNews.com – BK DPRD Solok rekomendasikan mencopot Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD,

Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Solok Dian Angraini (kanan). ANTARA/Laila Syafarud

Dasar keputusan BK ini sesuai dengan bukti yg dikumpulkan atas pelanggaran yg dilakukan Dodi HendraSolok (ANTARA) – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) menjatuhkan sanksi dengan merekomendasikan pemberhentian jabatan Dodi Hendra dari Fraksi Gerindra sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok periode 2019-2024.

“Sanksi tersebut berdasarkan Pasal 20 Peraturan DPRD Kabupaten Solok Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kode Etik DPRD Kabupaten Solok,” mengatakan Wakil Ketua BK DPRD Kabupaten Solok Dian Angraini, di Arosuka, Jumat.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan keterangan dari pelapor atau pengadu serta saksi-saksi pemeriksaan atas bukti & keterangan, dinyatakan bahwa Dodi Hendra tidak menjalankan kewajibannya.

Hal itu, sebagaimana yg dimaksud dalam Pasal 373 jo Pasal 401 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Susunan & Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, & Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana sudah diubah dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 serta perbuatannya mengandung pelanggaran hukum.

“Dasar keputusan BK ini sesuai dengan bukti yg dikumpulkan atas pelanggaran yg dilakukan Dodi Hendra, serta sanksi yg diberikan sudah sesuai aturan,” mengatakan dia.

Dia mengatakan pelanggaran yg dilakukan Dodi Hendra ialah pelanggaran kewajiban. “Anggota dewan harus mematuhi kewajiban & larangan, salah satunya menjaga norma & etika sebagai anggota dewan. Akan tetapi Dodi Hendra malah mengerjakan penyalahgunaan wewenang,” ujar dia lagi.

Pengaduan yg diterima oleh BK DPRD Kabupaten Solok ada dua, yaitu pengaduan dari internal & eksternal DPRD.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan BK semua pengaduan sesuai dengan alat bukti,” mengatakan dia pula.

Selain itu, putusan tersebut juga berdasarkan mosi tidak percaya yg ditandatangani sejumlah anggota dewan kepada Ketua DPRD Kabupaten Solok dari enam fraksi.

Dian menyebutkan, sebelumnya sebanyak 27 anggota dewan termasuk dari Fraksi Gerindra ikut menandatangani mosi tersebut. Namun saat ini berkurang jadi 22 orang, karena Fraksi Gerindra mencabut suratnya, sehingga tinggal lima fraksi, yakni PKS, PAN, Demokrat, Golkar, & PDIP.

Menurutnya, hasil keputusan BK merupakan keputusan lembaga tertinggi anggota DPRD setempat yg akan diteruskan oleh Bupati Solok ke Gubernur Sumbar, & nantinya akan ada evaluasi berdasarkan fakta persidangan & bukti-bukti dengan waktu proses sekitar 30 hari.

Selain itu, ia mengatakan jabatan Dodi Hendra saat ini masih tetap sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok hingga keputusan pencabutan jabatan sebagai ketua dikeluarkan oleh Gubernur Sumbar.

“Keputusan ini berlaku sejak ditetapkannya keputusan pada Rabu (18/8), & sudah ditandatangani oleh Dewan Kehormatan DPRD Kabupaten Solok,” mengatakan dia lagi.

Sebelumnya, terjadi kericuhan dalam rapat paripurna DPRD Solok terkait dengan kepemimpinan DPRD setempat yg disoal pada anggotanya.
Baca juga: Rapat paripurna DPRD Kabupaten Solok berujung ricuh
Baca juga: Ketua DPRD Kabupaten Solok dilaporkan ke Polres Solok Arosuka

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2341294/bk-dprd-solok-rekomendasikan-mencopot-dodi-hendra-sebagai-ketua-dprd

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *