oleh

Begini Tampilan Laeli di Aplikasi Tinder, Pantas Saja Korban Mutilasi Dapat Kepincut & Mabok Kepayang

-Umum-0 views
foto: suara.com

Online – Wanita berusia 27 tahun ini jadi bahan pergunjingan karena membunuh & memutilasi seorang pria bernama Rinaldi Harley Wismanu (32) bersama pacarnya Djumadil Al Fajri atau DAF (26).

Dalam kasak kusuk netizen, tak sedikit yg menyayangkan & bertanya-tanya mengapa Rinaldi dapat tergoda oleh sosok perempuang yg dinilai “biasa-biasa” saja.

Padahal, Rinaldi merupakan pria tajir & cukup tampan

Menanggapi hal ini, pegiat sosial media, Birgaldo Sinaga, Sabtu (19/9/2020) melalui akun FB-nya menciptakan cuitan:

Hasil olah kamera paras si Laeli ini luar biasa…

Seorang pria bernama Rinaldy tertarik jadinya. Ketemulah mereka. Dan ceritanya si Rinaldy dimutilasi…dipotong 11 tubuhnya.

Maka waspada sama paras yg direnovasi kamera…

tinder 1600639443 -

Sementara itu sebelumnya diberitakan, rekonstruksi 37 adegan kasus pembunuhan & mutilasi yg digelar oleh penyidik Subdit Reserse Mobile Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil menemukan enam fakta baru dalam kasus tersebut.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan ada empat TKP utama dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi kepada terhadap Rinaldi.

“Dari rangkaian empat TKP ini & dilaksanakan rekonstruksi, kami melihat ada enam fakta baru yg ditemukan saat rekonstruksi,” mengatakan Calvijn usai rekonstruksi di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2020).

Fakta perdana adalah kedua tersangka awalnya merencanakan untuk mengerjakan pemerasan kepada calon korban. Mereka memancing calon korbannya dengan mengpakai aplikasi kencan Tinder untuk mengerjakan persetubuhan dengan tersangka LAS & tersangka DAF akan datang dengan mengaku sebagai suami LAS untuk kemudian mengerjakan pemerasan kepada korban.

“Apabila pemerasan tidak terlaksana, maka kedua tersangka sepakat untuk mengerjakan eksekusi hingga dengan pembunuhan,” tambahnya.

Fakta kedua adalah tersangka LAS memaksa korban untuk memberikan pin ponselnya sebelum membunuh & memutilasi korban, kemudian dengan berbekal ponsel korban, kedua tersangka dapat menguras habis harta milik korban.

“Karena di HP korban tersebut ada beberapa catatan yg dimiliki, sehingga pelaku ini dengan leluasa mengambil harta korban,” tambahnya.

Fakta ketiga adalah tersangka DAF belajar memutilasi secara otodidak di media sosial. Tersangka DAF memutuskan untuk memutilasi korban karena kehadapatn akal untuk membawa jasad korban keluar dari letak eksekusi di Apartemen Pasar Baru Mansion.

Fakta keempat adalah jenazah korban disimpan di dalam kamar mandi apartemen selama tiga hari pada tanggal 9 hingga 11 September. Selanjutnya, tersangka Fajar memutilasi tubuh korban jadi 11 bagian selama dua hari.

Sedangkan fakta kelima adalah kedua tersangka memindahkan potongan tubuh korban dari Apartemen Pasar Baru Mansion ke Apartemen Kalibata City dalam dua kali pengiriman. Mereka menyimpan potongan tubuh korban yg sudah dimutilasi itu di dalam dua koper & satu ransel.

Fakta keenam adalah kedua tersangka merencanakan mengubur potongan jenazah korban pada 17 September di sebuah rumah yg mereka sewa selama satu bulan di Depok, Jawa Barat.

Namun, kedua tersangka terlebih dahulu tertangkap oleh polisi pada 16 September, setelah keluarga korban menciptakan laporan orang hilang ke Polda Metro Jaya, karena Rinaldy tidak dapat dihubungi oleh keluarga.

Akibat perbuatanya DAF & LAS dijerat dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP serta Pasal 365 KUHP dengan ancaman sanksi mati atau penjara seumur hidup.( sumber S: Realitaco

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *