oleh

Begini Cara Lucy Wiryono Terima Kenyataan saat Tahu Putrinya Autisme

Lucy Wiryono [Instagram]

Keterbukaan informasi juga sangat menolong Lucy Wiryono & suami menghadapi anak yg autisme.

Simaknews.com – Presenter olahraga Lucy Wiryono mengaku bingung saat mengetahui kondisi putri sulungnya, Danya didiagnosa ada gangguan perkembangan otak atau autisme.

Lucy Wiryono & suaminya, Afit Dwi Purwanto awalnya merasa belum dapat menerima kenyataan pahit tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, ia memiliki cara tersendiri untuk berdamai dengan kondisi sang anak.

Hal tersebut diungkapkan Lucy Wiroyono saat berbincang dengan Melaney Ricardo dalam kanal YouTube miliknya.

“Jadi cara berdamai dengan diri sendiri adalah dengan me-manage ekspektasi sih,” ujar Lucy Wiryono.

Baca Juga: Anak Didiagnosis Autisme, Lucy Wiryono Sempat Bingung Mau Apa

49635 lucy wiryono 1603213510 -Lucy Wiryono [Instagram]

Kepada Melaney Ricardo, Lucy Wiryono mengaku sering berusaha untuk tidak membandingkan putrinya dengan anak-anak normal pada umumnya.

“Balik lagi jangan membandingkan dengan orang lain,” jelas Lucy Wiryono.

Tidak cuma itu, Lucy bersama suaminya langsung memfokuskan diri untuk mencari informasi tentang penanganan tepat untuk anak autisme. Dari situ, ia berusaha menggali talenta yg terpendam dari dalam diri buah hatinya.

“Fokusnya ke situ aja, cari sekolah yg terbaik, di rumah juga kita ajak ngobrol. Sambil mencari potensi terbaik yg dapat digali dari Danya apa,” tutur Lucy Wiryono.

Perempuan berusia 42 tahun ini menuturkan, sejak menemukan sekolah yg cocok untuk buah hatinya, Lucy Wiryono pun melihat perkembangan positif dari anaknya.

Baca Juga: Pemberian Vaksin Influenza Pada Ibu Hamil Bikin Anak Jadi Autis, Benarkah?

“Ternyata sekarang ketahuan kalau Danya itu bahagia banget makanan. Kemarin waktu di sekolah sempat ada program, jadi mereka belajar jadi bartender. Dia baca order misalnya pesanannya apa aja, dia juga sudah latihan kitchen,” tutur Lucy Wiryono.

Sekedar informasi, putri sulung, Lucy Wiryono didiagnosa mengidap autisme sejak usia satu setengah tahun. Saat itu, ia bingung lantaran minimnya informasi tentang autisme.

Namun, setelah berani memutuskan berdamai dengan keadaan, Lucy Wiryono pun mendapatkan titik terang untuk memberikan pertolongan kepada sang anak.

“Informasi didapat dari mana sih dengan kita terbuka, kalau ditanya ‘anaknya kenapa mbak, kok nggak dapat ngomong?’ Ya memang autisme,” jelas Lucy Wiryono.

“Tanya aja, ‘ibu tahu nggak ada terapi yg dapat membantu?’ Jadi keterbukaan, kejujuran itu bantuan justru datang banyak banget,” tuturnya.

12

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *