oleh

Beda dengan Yahya Waloni, Ustaz Dasad Latif Bubarkan Pengajian Demi Cegah Penyebaran Covid-19

Online – Sebuah video Ustaz Dasad Latif beredar di media sosial yg di mana dirinya bersama pihak penyelenggara membubarkan acara pengajian.

Dalam video tersebut, Ustaz Dasad Latif menilai bahwa demi kemaslahatan umat, pengajian tersebut harus dibubarkan mengingat kondisi pandemi Covid-19.

beincash

Dilansir dari Suara, video tersebut diambil di acara ceramah Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Awalnya, pihak penyelenggara mengundang Ustaz Dasad untuk mengisi acara ceramah di akikah bayi, namun mendengar dirinya datang, warga pun mendatangi acara tersebut melebihi kapasitas yg dibatasi.

Ustaz Das’ad Latif kemudian naik ke atas pentas & memperingatkan bahaya wabah Covid-19.

Kemudian ia meminta warga untuk bubar sembari mengucapkan salawat bersama.

“Ibu-ibu duluan, yg bapak-bapak diam. Tetap pakai masker, jaga jarak,” ujar Ustaz Dasad, dikutip oleh terkini.id dari video yg diunggah Suara, Jumat, 3 April 2021.

Warganet pun memberikan pujian kepada aksi Ustaz Dasad ini.

“Ulama sejati yg berwawasan luas & memberikan contoh yg baik bagi jemaahnya. Patut jadi tauladan,” tutur seorang warganet.

Ada juga yg membandingkan Ustaz Dasad dengan Yahya Waloni, pendakwah yg sempat tak percaya virus Covid-19.

“Gini dong, beda sama Yahya Waloni ustad kadrun,” komentar salah seorang warganet.

Sebelumnya, pendakwah Yahya Waloni memang sempat mengatakan bahwa dirinya enggan menaati protokol kesehatan.

“Dari awal saya enggak pernah pakai masker, hingga sekarang biarpun mati saya tidak enggak mau pakai masker. Jangankan denda, kau tembak mati sekali pun saya engak akan pakai masker,” tegas Ustaz Yahya Waloni, dikutip dari terkini.id.

Selain itu, disadur dari pemberitaan Ayo Semarang, Yahya juga sempat mengatakan bahwa dalam masjid takkan ada virus.

“Enggak usah munafik bikin-bikin aturan. Tablig akbar dilarang, Pilkada enggak. Virus itu bukan datang dari Wuhan, tetapi dari Tuhan,” ujar Yahya.

Bahkan ia mengatakan bahwa kalau pengajian dalam masjid, jemaah duduk berdekatan, kalau benar adanua virus, semua jemaah akan mati ketika keluar masjid.

“Tidak ada musibah menimpa seseorang kecuali atas izin Allah. Di dalam masjid begini enggak ada virus. Ente (jemaah yg hadir) berdekatan gini, kalau betul virus ada di masjid, pas keluar mampus semua kita ini,” pungkasnya.(terkini.id)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *