oleh

Bamsoet: Masih ada masalah “patogenik” terkait ideologi negara

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat melantik anggota MPR RI pergantian antar waktu MF Nurhuda dari Fraksi PKB, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. (Bamsoet)

Jakarta (ANTARA) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai hingga saat ini masih terdapat dua masalah “patogenik” (menimbulkan penyakit) akbar terkait ideologi negara, pertama, kelemahan dalam merawat & mentransformasikan ideologi kebangsaan dari rumusan ideal abstrak jadi praktik kolektif kenegaraan, kebangsaan, & kemasyarakatan.

beincash

Kedua menurut dia, kelemahan mencegah infiltrasi narasi & gerakan kontra ideologi negara dalam berbagai aspek.

“Kita harus mengakui, ada kealpaan dalam konteks tersebut. Kealpaan itu menciptakan kelompok konservatif-eksklusif mudah meng-intrusi dunia pendidikan & kelembagaan sosial-kemasyarakatan dengan paham, ideologi, & doktrin keagamaan eksklusif yg menebarkan ancaman kepada negara Pancasila,” mengatakan Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca juga: MPR: Teror Mabes Polri “alarm” keras tingkatkan kewaspadaan

Hal itu dikatakan Bamsoet saat melantik anggota MPR RI pergantian antar waktu MF Nurhuda dari Fraksi PKB, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, ancaman tersebut semakin nyata dengan adanya bom bunuh diri yg terjadi di depan Gereja Katedral Makassar & penyerangan di Markas Besar Polri oleh perempuan bersenjata.

Bamsoet meminta Polri bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus terus mengungkap jaringan terorisme, & mendalami pihak-pihak yg jadi pemasok bahan perakit bom, senjata maupun aliran dana dari pihak yg jadi sponsor terorisme.

“Polri bersama BNPT & Badan Intelijen Negara juga harus bekerja sama mengerjakan upaya preventif dalam mencegah aksi terorisme maupun radikalisme dengan mengedepankan aspek pencegahan dini,” ujarnya.

Baca juga: MPR: Imigrasi tingkatkan kemampuan deteksi visa elektronik palsu

Menurut dia, sesuai UU nomor 13 tahun 2019 tentang MPR, DPR, DPD, & DPRD (MD3), MPR RI secara nyata terus mengambil peran sebagai lembaga pengawal ideologi bangsa.

Salah satunya menurut Bamsoet dengan melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yg terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, & Bhinneka Tunggal Ika.

“Sosialisasi Empat Pilar MPR harus dilakukan secara sungguh-sungguh seluruh anggota MPR RI. Bukan sekadar formalitas berjumpa konstituen di daerah pemilihan, tetapi juga dapat menyasar kelompok masyarakat yg rawan dimasuki oleh paham radikal,” katanya.

Dia mengajak seluruh anggota MPR RI terus menggali metode pengenalan empat konsensus dasar secara tepat karena Pancasila sebagai sistem nilai bukan sekadar bahan untuk dihafal atau dimengerti saja.

Namun menurut dia, Pancasila perlu diterima & dihayati, dipraktikkan sebagai kebiasaan sehingga Pancasila harus dijadikan sifat yg menetap pada diri orang Indonesia.

“Pancasila perlu jadi bagian dari kepribadian orang Indonesia. Hanya dengan cara ini, tanah Indonesia akan jadi lahan gersang bagi sikap intoleran,” ujarnya.

Baca juga: Ketua MPR: Kaji langkah efektif tumpas KKSB

Baca juga: Ketua MPR ajak anak muda jaga persatuan-kesatuan bangsa

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2082698/bamsoet-masih-ada-masalah-patogenik-terkait-ideologi-negara

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *