oleh

Baleg DPR: Judul RUU Minol masih tetap sesuai Prolegnas 2021

Slot SimakNews.com – Baleg DPR: Judul RUU Minol masih tetap sesuai Prolegnas 2021,

Anggota Komisi II DPR Fraksi PPP Achmad Baidowi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pri.

Judul RUU sebaiknya bukan ‘larangan’, melainkan’pengendalian’ karena tidak dapat menyelesaikan masalah bangsa dengan larangan.Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad Baidowi mengatakan judul Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol (Minol) masih tetap & belum berubah karena jadi keputusan di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

“Sejauh ini judul RUU masih Larangan Minuman Beralkohol karena jadi keputusan di Prolegnas 2021,” mengatakan Achmad Baidowi (Awiek) usai Rapat Dengar Pendapat Umum (Baleg) dengan mengundang perwakilan organisasi keagamaan secara virtual di Jakarta, Selasa.

Dalam RDPU tersebut, diundang perwakilan dari Wali Umat Budha Indonesia (Walubi), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), & Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN).

Awiek mengatakan bahwa Baleg sangat terbuka kepada masukan dari masyarakat terkait dengan RUU Minol, termasuk dalam RDPU tersebut mengemuka usulan supaya judul RUU tersebut diganti jadi pengendalian atau pengaturan.

Menurut dia, usulan ormas keagamaan tersebut merupakan bagian dari aspirasi publik yg harus didengarkan Baleg DPR dalam menyusun RUU Minol.

“Ya, itu bagian dari aspirasi. Toh, sebelumnya juga ada aspirasi supaya tetap mengpakai mengatakan ‘larangan’,” ujarnya.

Baca juga: Baleg: Wacana perubahan judul RUU Minol cuma sebatas usulan

Ia mengatakan bahwa Baleg juga masih menggelar RDPU lanjutan dengan beberapa pihak, misalnya pada hari Rabu (14/7) akan mengundang Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indoensia (IDI), Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), & Ketua Umum Gerakan Nasional Antimiras (GENAM).

Menurut dia, Baleg akan mensimulasikan berbagai masukan-masukan dari masyarakat tersebut.

Dalam RDPU tersebut, perwakilan Walubi Philip K. Widjaja memandang perlu ada pengaturan yg jelas dalam RUU tersebut seperti yg dilakukan beberapa negara di dunia.

Menurut dia, cakupan RUU Minol tersebut sangat luas mulai dari produksi, peredaran, ketentuan penggunaan, golongan & usia pengguna, serta pengecualian.

“Namun, kami menilai yg paling tepat adalah pengendalian atau pengaturan minuman beralkohol,” katanya.

Perwakilan PGI Pdt H. Lokra menilai pendekatan RUU Minol serba larangan, seolah-olah warga Indonesia masih tidak teratur, padahal kenyataanya sudah teratur namun perlu dilakukan pembinaan.

Menurut dia, minuman beralkohol merupakan tradisi Nusantara, misalnya dalam tradisi agama Kristen ada perjamuan Kudus sehingga tidak mungkin orang yg mengonsumsi alkohol dalam tradisi tersebut lalu menciptakan kekacauan.

“Kami minta Baleg pertimbangkan (judul RUU) bukan ‘larangan’, melainkan ‘pengendalian’ karena tidak dapat menyelesaikan masalah bangsa dengan larangan,” ujarnya.

Ia menilai tidak semua hal harus diatur & dilarang dengan UU karena beragam tradisi di nusantara yg masih terkait dengan minuman beralkohol.

Baca juga: Ketua Baleg DPR usulkan perubahan judul RUU Minuman Beralkohol

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2264722/baleg-dpr-judul-ruu-minol-masih-tetap-sesuai-prolegnas-2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *