oleh

Azis: Sosialisasikan skema simulasi Pemilu Serentak 2024 sejak dini

-Umum-5 views

Petugas melewati mural bertema Kota Solo Ramah Demokrasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Jawa Tengah, Senin (30/11/2020). ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp. (ANTARA FOTO/Photographer:)

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta skema simulasi & penjadwalan pemilu serentak (pemilihan legislatif, pemilihan presiden & pemilihan kepala daerah) yg akan dilaksanakan pada 2024 disosialisasikan secara masif sejak dini supaya pelaksanaannya berjalan lancar.

beincash

“Jika skema simulasi tersebut diterapkan, maka saya berharap KPU dapat mengerjakan pengenalan secara masif sejak dini. Itu untuk memudahkan masyarakat serta pihak terkait dapat lebih memahami proses pelaksanaan Pemilu Serentak 2024,” mengatakan Azis Syamsuddin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dia mengapresiasi sikap Komisi Pemiliham Umum (KPU) Republik Indonesia yg sudah mempersiapkan skema simulasi & penjadwalan proses pemilu & pilkada serentak yg akan dilaksanakan pada 2024.

Baca juga: Akademikus: Pandemi jangan jadi penghalang pemilu serentak 2024
Baca juga: Keserentakan pemilu amanat UU & MK
Baca juga: Titi: Perlu lakukan terobosan untuk hindari keterbelahan politik

Namun dia meminta KPU dapat melihat kekurangan & permasalahan apa saja yg terjadi pada proses Pemilu 2019 dari sisi penyelenggaraan & sebagainya.

“Langkah itu supaya kekurangan di Pemilu 2019 dapat diminimalisir & tidak terulang kembali di tahun 2024,” ujarnya.

Azis menilai dari sisi waktu pelaksanaan pemilu legislatif (pileg), pemilu presiden (pilpres), & pilkada serentak pada 2024, sangat berhimpitan & akan menguras tenaga para penyelenggara.

Karena itu dia meminta KPU harus dapat mempersiapkan kebutuhan personel penyelenggara baik secara fisik, mental & teknologi.

Menurut dia KPU dapat menciptakan Peraturan KPU (PKPU) mengenai batas usia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) supaya lebih dinaikkan untuk mencegah terjadinya kelelahan karena jarak pelaksanaan berhimpitan yg berimbas pada fisik & waktu.

“Biasanya petugas KPPS di daerah itu saja, saya berharap batas usia maksimal petugas KPPS 45 tahun & terendah tetap berada di usia 20 tahun,” katanya.

Dia mencontohkan di Pilkada Serentak 2020, usia terendah petugas KPPS adalah 20 tahun & maksimal 50 tahun yg diatur dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada Dalam Kondisi Bencana Non-alam COVID-19.

Selain itu Azis mengusulkan anggaran dana saksi dapat dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024, karena tidak semua partai dapat memiliki anggaran saksi yg cukup akbar untuk menutupi secara keseluruhan.

Politisi Partai Golkar itu menilai langkah tersebut untuk efisiensi biaya bagi setiap parpol & mencegah terjadinya disparitas antara partai akbar & kecil.

Dia menilai jangan hingga ada partai yg tidak memiliki saksi karena tidak sanggup untuk membiayainya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2001929/azis-sosialisasikan-skema-simulasi-pemilu-serentak-2024-sejak-dini

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *