oleh

Atlet Esports Wanita Call of Duty: Mobile di Brazil Dibunuh Oleh Sesama Gamer

-Games-17 views

Berita mengejutkan datang dari dunia eSports Brazil di Amerika Selatan, seorang pemain profesional wanita Call of Duty Mobile (CoD Mobile) dilaporkan jadi korban pembunuhan.

IDGS, Rabu, 24 Februari 2021 Korban yg baru berusia 19 tahun itu itu adalah Ingrid Oliveira Bueno da Silva, yg juga diketahui sebagai “Sol” pentas eSports di Brazil. Dari laporan R7, pelaku pembunuhan tersebut adalah sesama pemain CoD Mobile, seorang pria bernama Guilherme “Flashlight” Alves Costa.

Kepolisian Brazil sudah menentapkan kasus pembunuhan tersebut sebagai kasus pembunuhan berencana karena mereka menemukan sebuah buku di mana Flashlight menuliskan alasannya hendak membunuh Sol. Kejadian pembunuhan itu ditengarai terjadi pada Senin (22/2/2021) waktu setempat.

beincash

Flashlight sendiri akhirnya ditangkap polisi, & ia mengakui perbuatannya tersebut. Ia juga mengklaim dirinya benar-benar waras saat membunuh Sol & bahwa ia “harap mengerjakannya” ketika ditanyai alasannya mengerjakan tindak kejahatan berat itu.

BacaJuga

MPLD ID Season 7 Kembali Bergulir, Saksikan Siaran Langsungnya di NIMO TV!

Booyah! Free Fire Master League Season III Akhiri Season Reguler Dengan 9 Tim Juara

MDL 3 Dimulai Hari Senin Ini Dengan Tambahan Tim-tim Baru, Membuat Kompetisi Makin Seru!

Mulheres denunciam abusos diariamente, mas no tem muita ateno da sociedade. No esport no diferente. Elas lutam para conquistar espao e depois do ocorrido (um jogador assassinou uma jogadora do time adversrio)> pic.twitter.com/VH5iXjK0Oh

— Jaguares Esports (@JaguaresGG) February 23, 2021

Sol merupakan bagian dari organisasi FBI E-sports divisi CoD Mobile. Ia berkenalan dengan Flashlight lewat internet. Flashlight tidak cuma merencanakan membunuh Sol, ia juga merekam kejadian pembunuhannya atau sesudah ia mengerjakannya kemudian membagikannya lewt WhatsApp, menurut laporan dari organisasi Gamers Elite.

(Instagram/gamerselite.codm)

“Pada hari Senin malam ini, [Guilherme] mengirim sebuah video di grup organisasi Gamers Elite di WhatsApp di mana ia sepertinya baru saja membunuh seorang wanita, merekamnya, & membagikan video tersebut. Ia juga mengirim sebuah [file] PDF di mana ia menyampikan kebenciannya akan penganut agama Kristen & mendukung terorisme. Setelah jajaran pemimpin clan (Gamers Elite) mengetahui hal itu, kami mengambil tindakan yg sepatutnya. Kami melaporkannya kepada pihak berwajib & meminta seluruh anggota kami untuk tidak membagikan video dari dugaan kasus kriminal tersebut,” tulis pernyataan Gamers Elite lewat akun Instagram mereka, gamerselite.codm.

Tragedi pembunuhan Sol ini merupakan bagian dari masalah akbar di Brazil, yakni maraknya pembunuhan kepada wanita di negara itu. Menurut data yg dikumpulkan IPEAs Atlas of Violence 2020, pada tahun 2018 satu wanita terbunuh setiap dua jam di Brazil, dengan total jumlah korban jiwa mencapai 4.519.

Statistik mencengangkan ini sudah semestinya jadi perhatian pemerintah Brazil supaya segera mengerjakan aksi-aksi nyata melindungi kaum wanita dari kejahatan kriminal berat.

“Sol adalah seseorang yg luar biasa, yg akan terus kami ingat selama mentari masih terbit setiap hari, selama sinarnya masih menerangi kami. Setiap kali kali melihat matahari, kami akan sering mengingatnya,” mengatakan seorang manajer dari FBI E-sports.

(Stefanus/Online)

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *