oleh

Apeksi usulkan Kemendagri susun buku panduan SIPD

Wali Kota Bogor Bima Arya (ketiga dari kiri) bersama Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian Noervianto, di Balai Kota Bogor, Kamis (1/4/2021). (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Bogor (ANTARA) – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya mengusulkan supaya Kementerian Dalam Negeri menyusun buka panduan atau buku berisi tanya jawab dari pertanyaan yg sering diajukan terkait sistem informasi pembangunan daerah (SIPD).

beincash

“Apeksi juga akan menciptakan satuan kerja untuk mengerjakan pendampingan terkait pelaporan SIPD. Kemendagri & Apeksi sepakat untuk membuka ruang konsultasi, tingkat nasional maupun per Komwil Apeksi,” mengatakan Bima Arya di Kota Bogor, Jumat.

Menurut Bima Arya, SIPD salah satu tujuannya adalah untuk optimalisasi pemanfaatan data & informasi pembangunan daerah yg jadi fokus bagi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

“Pemerintah kota anggota Apeksi, masih banyak mengalami kendala pada implementasi SIPD. Pada rapat kerja Komwil V Apeksi se-Kalimantan, SIPD ini jadi agenda utama pembahasan,” katanya.

Baca juga: Aplikasi SIPD mudahkan warga Pontianak akses informasi bencana

Sebelumnya Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Mochamad Ardian Noervianto berkunjung ke Balai Kota Bogor untuk berjumpa dengan Ketua Dewan Pengurus Apeksi Bima Arya, yg juga Wali Kota Bogor, Kamis (1/4).

Pada pertemuan tersebut, Bima Arya didampingi Direktur Eksekutif Apeksi, Alwis Rustam.

Mochammad Ardian menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada 3 Agustus 2020, mengenai lima langkah mempercepat transformasi digital, salah satunya adalah SIPD.

Menurut Ardian, diberlakukannya SIPD supaya ada sistem terintegrasi yg memadukan seluruh sistem sehingga seluruhnya seragam & performanya sama, yakni sistem di pemerintah pusat dengan sistem di daerah.

Baca juga: Apeksi usul pilkada serentak pakai IT canggih

“Itu tujuannya. Tugas saya salah satunya mengevaluasi APBD,” jelas Ardian.

Dengan adanya SIPD, mengatakan dia, pemerintah pusat berharap supaya semua kegiatan peemerintah daerah dapat dimonitor. Jika ada yg salah, maka sistem akan otomatis mengingatkan. “SIPD juga menempatkan ASN selaku user untuk paham digitalisasi termasuk dalam hal pengelolaan keuangan,” katanya.

Pada pertemuan tersebut, juga dibicarakan sejumlah permasalahan yg sering dihadapoi pemerintah daerah, khususnya pemerintah kota anggota Apeksi.

Menurut Bima Arya, pemeritah Kota anggota Apeksi menilai, masih kurangnya pendampingan dari pemerintah pusat pada recofusing & realokasi anggaran di APBD untuk pembiayaan pandemi COVIC-19 serta belum sinkronnya penerapan SIPD dengan sistem keuangan daerah.

Baca juga: Bima Arya ajak anggota APEKSI bangun kolaborasi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2078554/apeksi-usulkan-kemendagri-susun-buku-panduan-sipd

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *