Safari Politik Cawapres Anis Matta Ke Ponpes 100418 ADB 1 -
in

Anis Matta: Empat faktor buat situasi global lebih berat

Anis Matta. ANTARA/Adeng Bustomi

Faktor disrupsi yg sekarang ini terjadi secara bersamaan sehingga krisisnya bersifat sistemik, multidimensi, berlarut, & lama waktunya.Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta ada empat faktor yg menciptakan keadaan global ke depan lebih dibandingkan saat ini, salah satunya sistem global akibat pandemi COVID-19 yg melanda dunia.

Advertisements

“Karena pada dasarnya virus itu berhubungan dengan kehidupan kota, tempat manusia terkonsentrasi dalam jumlah besar. Makanannya berupa hewan ini didekatkan kepada dia, potensi itu (virus) pasti terjadi,” mengatakan Anis dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu.

Faktor kedua, menurut dia, adalah perubahan iklim. Ramalan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan kemungkinan akan terjadi krisis pangan dalam 2 tahun ke depan.

Baca juga: Fahri: Keberagaman jadi format Indonesia mempersatukan dunia

Ia menyebutkan beberapa akbar dari musibah-musibah faktornya adalah perubahan iklim, terlepas perdebatan perubahan iklim teori konspirasi atau tidak.

“Faktanya, jumlah bencana alam lebih banyak, banjir lebih sering, tsunami lebih sering, kekeringan, kebakaran hutan, & seterusnya. Misalnya, terjadi kebakaran luar biasa di Australia beberapa waktu lalu, itu artinya jumlah ini lebih banyak & mendisrupsi secara ekonomi, sosial, & secara politik,” ujarnya.

Dengan istilah perang supremacy jadi satu bangsa muncul menyebabkan kematian yg lain, incumbent ini harus bertahan, caranya harus menghabisi penantang.

“Sekarang mana yg kalah apakah incumbent atau penantang, kita tidak tahu. Akan tetapi, hingga kapan berakhirnya kita tidak tahu. Namun, mereka berperang mengpakai semua sarana, perang dagang, teknologi, hingga budaya,” katanya.

Keempat, menurut Anis, adalah faktor teknologi, saat ini semua orang dipaksa berhijrah ke sistem digital. Namun, ternyata banyak instansi pemerintahan yg tidak siap dengan digitalisasi karena tidak didukung dengan infrastruktur yg memadai.

Baca juga: Petinggi Partai Gelora temui Presiden Jokowi

Anis menilai keempat faktor ini adalah faktor disrupsi yg sekarang ini terjadi secara bersamaan sehingga krisisnya bersifat sistemik, multidimensi, berlarut, & lama waktunya.

Dalam satu analisis sistem global, lanjut dia, setiap 80 hingga 100 tahun ada perubahan dalam sistem global, sementara saat ini sistem tersebut usianya sudah mencapai 75 tahun.

“Misalnya, zaman ke-16 itu abadnya Portugis, zaman ke-17 yg dominan Belanda, zaman ke-18 & ke-19 itu yg dominan Inggris, zaman ke-20 itu Amerika. Sekarang dominasi ini akan bertahan atau tidak, kita tidak tahu, pandemi akan mempercepat perubahan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Anis juga mengingatkan bahwa kemungkinan krisis berlarut akibat penyebaran penyakit yg menimpa dunia & Indonesia saat ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Baca juga: Fahri Hamzah: Tiga tantangan dihadapi bangsa Indonesia

Usai pandemi COVID-19 berakhir, dia perkirakan akan ada virus lain yg lebih ganas menyebar pada tahun 2023 & 2026. Akibatnya, pandemi virus tersebut akan makin memengaruhi kekacauan global.

“Ada satu dokumen yg saya baca menyebutkan bahwa kemungkinan 2023 & 2026 ada lagi virus lain,” katanya lagi.

Oleh karena itu, Anis Matta menilai tidak ada definisi akhir dari krisis yg diakibatkan oleh penyebaran virus.

Hal itu, menurut dia, definisi virus sama dengan isu teroris yg hingga saat ini masih ada & tidak ada akhirnya.

“Jadi, ini satu tipe krisis yg tidak ada definisi akhirnya. Maksudnya tidak ada satu keadaan nanti berakhirnya begini. Sejak 2001, misalnya, mendengar isu teroris, selesai tidak isu itu? Tidak,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1681870/anis-matta-empat-faktor-buat-situasi-global-lebih-berat

Report

What do you think?

878 points
Upvote Downvote

Written by dono

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0