oleh

Anggota Satpol PP Pukul Ibu Hamil saat Razia PPKM, Ini Penjelasan Pemkab Gowa

Slot SimakNews.com – Anggota Satpol PP Pukul Ibu Hamil saat Razia PPKM, Ini Penjelasan Pemkab Gowa,

Online – Video anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gowa memukul pemilik kafe yg sedang hamil viral di media sosial (medsos) & berujung pada laporan ke polisi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa pun memberi penjelasan terkait kejadian itu.

Kepala Diskominfo Gowa Arifuddin Saeni menjelaskan, kejadian itu berawal saat Tim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yg dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa Kamsina bersama Forkopimda, mengerjakan operasi yustisi. Mereka mendengar suara musik dari kafe atau warkop milik Nur Halim & Riyana Kastury.

“Saat itu Ibu Sekda bersama Satpol PP, polisi & tentara masuk ke warkop itu. Awalnya semua berjalan lancar,” ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (15/7).

Arifuddin mengatakan, saat itu Pj Sekda Gowa Kamsina menegur Riyana, istri pemilik kafe, karena mengenakan pakaian seksi. Dia meminta perempuan itu untuk memperbaiki pakaiannya supaya lebih sopan.

“Kan ada adab & etika bagus. Apalagi banyak bapak-bapak saat itu,” mengatakan dia.

Karena jawaban korban dianggap tidak sopan & tak beretika, mengatakan Arifuddin, anggota Satpol PP, Mardhani H diduga emosi sehingga mengerjakan aksi kekerasan itu.

“Kemudian anak-anak merasa kenapa orang ini enggak sopan sekali, kita tidak mau dihargai, tetapi kan tata krama & kesopanan harus bagus. Nah mulai dari situ kemudian apa keluar mi dari teman ini dalam kondisi kurang stabil sehingga meledak mi, itu ji,” mengatakan dia.

Arifuddin juga membantah pernyataan korban yg mengaku kafenya sudah tutup. Pintunya masih terbuka lebar. “Kalau kebetulan tidak ada pengunjung bagaimana? Kalau warkop tutup betul tutup itu lampu mati, pintu tertutup. Tapi semua ini kan pintu tidak tertutup, terbuka lebar,” kilahnya.

Walau begitu, Arifuddin memastikan oknum Satpol PP Gowa yg mengerjakan aksi kekerasan kepada pemilik kafe akan diproses. Hanya dia belum mengetahui instansi apa yg akan memprosesnya.

“Untuk sementara ini belum tahu arahannya ke mana, karena kan kejadiannya tadi malam. Tetapi prosedurnya dilakukan pemeriksaan apakah di Inspektorat atau langsung atasannya dalam hal ini Kasatpol PP,” bebernya.

Terkait tindakan korban melaporkan anggota Satpol PP ke polisi, Arifuddin mengatakan hal itu merupakan hak korban. Dia tidak dapat menghalang-halangi warga untuk melapor ke polisi.

“Itu kan haknya dia untuk melapor. Tentu itu kita akan ikuti proses itu & enggak dapat juga dihalang-halangi,” ucapnya.(merdeka.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *