oleh

Anggota DPR: Waspadai kapal perang China masuk wilayah Indonesia

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. ANTARA/HO/Dokumentasi Humas Fraksi PKS.

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengingatkan pemerintah khususnya Kementerian Pertahanan (Kemhan), TNI, Badan Intelijen Strategis (BAIS) & “stakeholder” terkait untuk mewaspadai tujuan di balik kapal-kapal perang China yg masuk Indonesia beberapa waktu terakhir.

Dia menjelaskan beberapa kejadian yg relevan terkait keamanan & data laut Indonesia sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan dalam keadaan apapun.

“Beberapa kali kita menemukan sea glider yg di duga milik China tanpa izin diduga sedang mengumpulkan data laut Indonesia. Ini cuma beberapa yg ketahuan yg tidak ketahuan dapat jadi lebih banyak,” mengatakan Sukamta di Jakarta, Rabu.

Dia menilai setiap pergerakan militer asing harus diwaspadai termasuk ketika operasi kemanusiaan, termasuk bantuan Angkatan Laut China kepada Indonesia dalam penanganan KRI Nanggala-402.

Sukamta mencontohkan dua kapal milik China yaitu Xing Dao-863 & Ocean Tug Nantuo-185 merupakan kapal penyelamat & pengangkat kapal sehingga tepat ketika menolong pengangkatan Nanggala 402.

Baca juga: Indonesia-China gelar latihan militer di dekat Jakarta

Namun, menurut dia, kapal Scientific Salvage Tan Suo 2 merupakan kapal penelitian ilmiah yg beroperasi di bawah Institut Sains & Teknik Laut Dalam dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina sehingga patut diwaspadai.

“Kapal tersebut dapat menjalankan tugas ganda yaitu menolong pengangkatan Nanggala 402 sekaligus mengumpulkan data tentang laut Indonesia,” ujarnya.

Dia juga memberikan catatan terkait dengan adanya latihan kapal perang bersama antara TNI Angkatan Laut Indonesia dengan angkatan Laut China.

Menurut dia, latihan bersama merupakan hal penting untuk saling memahami & komunikasi antar-negara namun dirinya memberi catatan apakah latihan kapal perang tersebut akan memberikan pemahaman ketika kelak masing-masing pihak bertugas menjaga perbatasan wilayah laut negara.

“Atau latihan tersebut membuka peluang pengumpulan data-data tentang laut & kekuatan alutsista Angkatan Laut Indonesia?,” katanya.

Baca juga: Angkatan Laut China akan bantu evakuasi KRI Nanggala-402

Selain itu menurut dia, beberapa pekan terakhir, kapal-kapal perang China berdatangan ke Indonesia di tengah memanasnya hubungan China dengan Amerika Serikat & sekutunya yaitu Australia, tentu memiliki maksud politik.

Sukamta menjelaskan, muncul dugaan bahwa kapal Australia sengaja meninggalkan KRI Nanggala 402 lebih awal karena tidak harap berkonfrontasi langsung atau diketahui data-data kapal perang yg Australia pakai.

“Aktivitas kapal perang China di wilayah Indonesia tentu memberikan kesan dunia internasional tentang posisi Indonesia. Indonesia harus bersikap bebas aktif, jangan hingga terseret dalam konflik AS dengan China,” katanya.

Politisi PKS itu meminta pemerintah Indonesia khususnya TNI untuk memastikan keamanan data laut Indonesia & tidak turut terperangkap dalam konflik di Laut China Selatan.

Baca juga: KKP nyatakan tidak ada gesekan dengan Penjaga Pantai China

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2152490/anggota-dpr-waspadai-kapal-perang-china-masuk-wilayah-indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *