oleh

Anggota DPR: Sinergi elemen bangsa jadi kunci lawan terorisme

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia. (Dokumentasi pribadi)

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia menilai persoalan terorisme yg melanda bangsa Indonesia adalah musuh bersama sehingga dibutuhkan sinergi semua elemen bangsa yg jadi kekuatan untuk melawannya.

beincash

“Saya mendorong & mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan itu dimulai dari diri, keluarga hingga negara sebagai kerangka kewaspadaan nasional,” mengatakan Farah Puteri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menilai kerangka kewaspadaan itu dapat ditunjang dengan aparat keamanan Polri/TNI yg memperkuat pengamanannya di seluruh wilayah & jajaran.

Baca juga: Pengamat: Milenial target utama perekrutan teroris
Baca juga: KBPP Polri serukan gotong royong hadapi radikalisme terorisme
Baca juga: Membentengi tunas bangsa dari jerumus terorisme

Farah juga menyampaikan keprihatinan terkait para terduga pelaku aksi teror di depan Gereja Katedral, Makassar, maupun di Mabes Polri yg berasal dari kalangan generasi muda. Padahal usia muda adalah usia harapan, asa untuk menoreh masa depan.

“Apalagi kalau mengacu data BPS tahun 2020, total persentase penduduk usia produktif mencapai 70,72 persen & angka itu semestinya jadi cerminan usia generasi masa depan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Namun menurut dia, seiring dengan adanya fakta keterkaitan beberapa anak-anak & remaja dalam pusaran terorisme tentu jadi ancaman tersendiri sebagai bentuk kerawanan generasi.

Dia menilai temuan yg menunjukkan pelaku teror dari kalangan generasi muda jadi bukti bahwa tindakan kekerasan & indoktrinasi radikalisme mengancam seluruh usia generasi tanpa terkecuali.

“Usia muda yg semestinya sedang bersiap & berjuang menggapai cita-citanya termasuk fase-fase mencari jati diri justru terancam membunuh dirinya sendiri, membunuh masa depannya sendiri seperti dengan bom bunuh diri,” katanya.

Wakil Sekjen DPP PAN itu menilai program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait deradikalisasi & pencegahan terorisme-radikalisme intoleran perlu ditingkatkan khususnya dengan mendorong penguatan pendekatan yg menyasar generasi muda.

Menurut dia, pendekatan seperti Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yg melibatkan kalangan pelajar yg sudah dilakukan BNPT, perlu diperkuat dengan inovasi-inovasi pendekatan kreatif kontra-radikal.

“Implementasi UU No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme jadi mengatakan kunci untuk memastikan Bhineka Tunggal Ika masih jadi pilar negeri sebagai manifestasi dari program deradikalisasi,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2075634/anggota-dpr-sinergi-elemen-bangsa-jadi-kunci-lawan-terorisme

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *