oleh

Anggota DPR sarankan RKUHP tidak perlu dibahas sejak awal

Slot SimakNews.com – Anggota DPR sarankan RKUHP tidak perlu dibahas sejak awal,

Ilustrasi RUU KUHP. ANTARA/ilustrator/Kliwon

Tidak perlu semua pasal yg ada di RKUHP dibahas satu per satu karena dikhawatirkan tidak akan selesai dibahas di DPR.Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyarankan supaya tidak semua pasal di dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dibahas ulang, tetapi cukup beberapa pasal saja yg dinilai kontroversial & jadi perdebatan di publik.

“Harus disepakati antara Komisi III DPR & pemerintah, ekonomis saya tidak perlu (semua pasal dibahas) kecuali 14-16 pasal yg ramai & mendapatkan sorotan di masyarakat,” mengatakan Arsul di Jakarta, Kamis.

Ia menilai tidak perlu semua pasal yg ada di RKUHP dibahas satu per satu karena dikhawatirkan tidak akan selesai dibahas di DPR.

Menurut dia, pasal-pasal di RKUHP yg sebelumnya sudah disepakati di Komisi III DPR periode 2014-2019 tidak perlu dibahas kembali.

“Pasal-pasal yg sudah disepakati, sepakati saja karena fraksi-fraksi masih tetap,” ujarnya.

Ia menyebutkan ada 14-16 pasal yg masih jadi perdebatan di publik sehingga perlu dibahas bersama karena menyangkut politik hukum.

Politikus PPP itu menjelaskan bahwa politik hukum tersebut artinya apakah pasal-pasal tersebut harus ada atau tidak misalnya terkait dengan pasal penghinaan presiden-wakil presiden & perzinaan (kumpul kebo).

“Kalau politik hukum sepakat tetap ada, lalu bicara substansi pengaturan, ketika itu selesai, formulanya (redaksional) urusan pakar bahasa & pakar hukum,” katanya.

Baca juga: Pakar: Pasal perzinaan di RUU KUHP upaya melindungi perempuan

Baca juga: Kemenkumham harapkan RUU KUHP disahkan 2021

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2203750/anggota-dpr-sarankan-rkuhp-tidak-perlu-dibahas-sejak-awal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *