oleh

Anggota DPR: Santri harus dinyatakan negatif COVID-19 sebelum pulang

Ilustrasi santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung membawa barang bawaannya saat tiba di Terminal Tipe A Mengwi, Badung, Bali, Kamis (29-4-2021). Sebanyak 480 santri asal Bali yg mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur tersebut dipulangkan untuk liburan Lebaran 2021 dengan mengikuti penerapan protokol kesehatan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.

Santri dapat memperluas cakupan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya COVID-19.Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengatakan para santri harus dinyatakan negatif COVID-19 sebelum mereka pulang ke rumahnya. “Setiap santri yg pulang, betul-betul dijamin bahwa mereka negatif COVID-19 yg dilakukan pondok pesantren. Itu untuk menjamin kembali mereka tidak hingga menularkan COVID-19,” mengatakan Maman Imanul Haq dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat. Menurut dia, peran pondok pesantren dalam menangani pandemi COVID-19 sangat besar. Larangan mudik yg dikeluarkan oleh Pemerintah tentu saja diikuti pesantren dengan cara melarang santrinya pulang. Terkait dengan santri yg telanjur mudik, dia mengatakan bahwa pondok pesantren sudah memberikan pengertian kepada santri yg pulang supaya terlebih dahulu melalui skrining sesuai dengan protokol kesehatan, di antaranya meminta kepada santri untuk mengerjakan isolasi mandiri.

Selain itu, lanjut dia, mengerjakan tes COVID-19 sebelum berkumpul dengan keluarga. Hal itu untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penularan COVID-19.

Baca juga: Seluruh pesantren NU patuhi keputusan tidak mudik Hal serupa juga harus dilakukan ketika para santri hendak kembali ke pondok pesantren. Hal itu, menurut dia, memang tidak mudah, apalagi beberapa akbar dari mereka sudah lama tidak berjumpa orang tua. Makanya, pondok pesantren memberikan tugas kepada santri yg harus pulang untuk menyosialisasikan akibat negatif COVID-19 kepada warga sekitar rumahnya. Ia berharap santri dapat memperluas cakupan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya COVID-19. Di sisi lain, pesantren terus mengerjakan pengenalan tentang bahaya COVID-19 melalui jaringan pesantren & para santri, mulai dari mimbar-mimbar pengajian hingga khotbah Jumat. “Ini sangat penting, apalagi beberapa masyarakat cenderung tidak percaya, bahkan apatis. Peran pesantren inilah yg diakui, khususnya di beberapa pesantren besar, dengan menunjukkan komitmen menghadapi pandemi ini,” katanya. Penerapan protokol kesehatan, baik itu menjaga jarak, mencuci tangan, maupun memakai masker dipraktikkan langsung di pondok pesantren. Hal ini tentunya berimbas sangat signifikan pada pencegahan akibat COVID-19.

Baca juga: Ratusan santri asal Bali dipulangkan melalui Terminal Mengwi-Badung Di sisi lain, mengatakan dia, sudah makin banyak pesantren yg menyediakan berbagai fasilitas sanitasi lebih terjangkau, baik di dalam pesantren itu sendiri maupun di tengah masyarakat. Pesantren juga memberikan masukan kepada pemerintah untuk memperbanyak sanitasi, termasuk memperkuat kembali peran-peran negara dalam menangani COVID-19. Apalagi, pesantren juga mempunyai tradisi mendoakan, khususnya kepada tenaga medis yg berada di garda depan untuk terus berjuang menghadapi COVID-19, serta kepada santrinya. “Doa tulus para kiai kepada para santri & korban COVID-19 ini pun jadi bukti komitmen pesantren dalam menghadapi COVID-19,” ujarnya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2144194/anggota-dpr-santri-harus-dinyatakan-negatif-covid-19-sebelum-pulang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *