oleh

Anggota DPR pertanyakan parameter kenegarawanan dalam tes CHA

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir. ANTARA/HO-Partai Golkar/am.

Parameter kenegarawanan CHA adalah kemampuan calon dalam memahami sistem ketatanegaraan, sistem peradilan, & sistem sosial masyarakat secara utuh.Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menanyakan parameter “kenegarawanan” yg dibuat Komisi Yudisial (KY) dalam seleksi Calon Hakim Agung (CHA) 2021 yg saat ini prosesnya dalam tahap tes administrasi.

beincash

“Terkait dengan parameter kenegarawanan, kami harap tahu mengukurnya seperti apa?” mengatakan Adies dalam rapat audiensi Komisi III DPR dengan KY di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Ia lantas melanjutkan, “Apakah seorang CHA yg pergi ke kantor mengpakai bus biasa disebut lebih negarawan atau yg suka main golf dinilai tidak negarawan?”

Terkait dengan parameter integritas yg dihinggakan KY dalam proses seleksi CHA, menurut Adies, harus dijelaskan penentuan persentasenya seperti apa.

“Pada tahapan seleksi, ada karya profesi, tes objektif ada bobotnya, & makalah studi kasus, itu penentuan bobot parameternya apa?” ujarnya.

Baca juga: 116 orang lolos tes administrasi calon hakim agung

Adies juga menanyakan apakah dalam setiap proses seleksi itu murni dilakukan KY atau menggandeng pihak lain dalam menyeleksi CHA.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta mengatakan bahwa hal terpenting dalam sebuah putusan hakim adalah sesuai dengan keadilan & aspirasi masyarakat yg hidup serta berkembang.

“Bagaimana KY dalam menyeleksi seorang calon hakim yg memiliki integritas bagus, kemudian dikaitkan dengan keadilan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, jangan hingga ada kasus masyarakat sering kalah kalau berhadapan dengan pengusaha dalam proses hukum.

Oleh karena itu, mengatakan Wayan, KY harus memperjelas prosedur proses seleksi CHA supaya memperoleh hakim yg peka kepada rasa keadilan masyarakat.

Dalam rapat audiensi tersebut, Ketua KY Mukti Fajar Nur Dewata mengatakan bahwa parameter kenegarawanan dalam seleksi CHA yg dilakukan lembaganya adalah kemampuan calon dalam memahami sistem ketatanegaraan, sistem peradilan, & sistem sosial masyarakat secara utuh.

Baca juga: KY sebut pendaftar calon hakim agung 2021 terbanyak selama seleksi

“Ada tiga yg kami lihat sehingga rasa keadilan masyarakat dapat terpenuhi & CHA harus memiliki tiga poin tersebut,” katanya.

Mukti Fajar menyadari bahwa semua pihak berharap dalam proses seleksi CHA, KY menghasilkan hakim yg sanggup memberi rasa keadilan masyarakat, berintegritas, pintar, & bersih.

Menurut dia, KY dalam mencari CHA yg memiliki integritas dapat diukur secara teknis dalam rekam jejak calon sehingga tidak ada toleransi bagi ada yg mengerjakan kesalahan besar.

“Kalau ada cacat ringan, dapat dimaklumi kecuali lakukan kesalahan akbar sehingga kami lakukan tracking & penelusuran rekam jejak,” katanya.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2073526/anggota-dpr-pertanyakan-parameter-kenegarawanan-dalam-tes-cha

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *