oleh

Anggota DPR minta Pemerintah siapkan ekosistem sebelum terapkan 5G

Menteri Komunikasi & Informatika Johnny G Plate saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Rabu (7/4/2021). (ANTARA/Tangkapan layar YouTube Komisi I DPR RI)

Dikhawatirkan implementasi teknologi 5G tidak dapat maksimalJakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR RI Yan Permenas Mandenas meminta Pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemkominfo) mempersiapkan secara matang ekosistem masyarakat sebelum penerapan teknologi 5G di Indonesia.

beincash

“Saya mendukung peningkatan teknologi supaya pembangunan jaringan telekomunikasi Indonesia dapat mengejar negara-negara lain. Namun aspek regulasi ekosistem masyarakat & kesiapan matang jadi tantangan Pemerintah sebelum implementasikan teknologi 5G,” mengatakan Yan Mandenas dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR dengan Menteri Kominfo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Dia menilai kalau regulasi ekosistem masyarakat & kesiapan penerapan belum matang, maka dikhawatirkan implementasi teknologi 5G tidak dapat maksimal.

Yan menilai perlu sinergi semua pihak, sehingga percepatan penerapan teknologi 5G dapat segera direalisasikan, karena Kemkominfo tidak dapat berjalan sendiri dalam upaya tersebut.

“Dari sisi industri & ekonomi akan berkembang denga ketersediaan 5G, sehingga kami harap mendorong percepatan teknologi ini. Pelibatan masyarakat merupakan potensi akbar untuk lahirkan potensi-potensi baru untuk kemajuan & pertumbuhan ekonomi,” ujarnya pula.

Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan dalam perkembangan teknologi 3G & 4G di tahun 2014-2015, dapat memberikan manfaat akbar bagi masyarakat khususnya dalam menjalankan bisnis secara daring.

Karena itu, menurut dia, infrastruktur teknologi 5G jangan cuma terpusat di perkotaan, namun harus hingga ke wilayah pelosok khususnya daerah Terdepan, Terpencil, & Tertinggal (3T).

Anggota Komisi I DPR RI Nico Siahaan menjelaskan, saat ini penerapan teknologi 4G banyak masalah yg belum selesai seperti belum merata, masih adanya ketimpangan pusat-daerah sehingga masih ada gap di masyarakat.

“Padahal masalah akses tersebut berdampak pada pelayanan kesehatan & pendidikan. Memang sudah dikejar melalui program BAKTI namun masih ada ketimpangan,” katanya lagi.

Dia menambahkan saat ini masih ada masalah sosial terkait literasi digital & pengendalian konten negatif yg belum maksimal, sehingga bagaimana ketika Indonesia akan menerapkan teknologi 5G.

Nico khawatir kalau teknologi 5G langsung diterapkan, malah akan memperbanyak masalah sosial di masyarakat, karena itu Pemerintah harus memperbanyak literasi digital di masyarakat & mengerjakan evaluasi.

“Harus dievaluasi apakah selama ini sudah mumpuni tingkat literasi digital. Insan digital perlu ditambah untuk jadi agen perubahan melawan konten negatif,” katanya pula.

Raker tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bambang Kristiono & dihadiri Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate bersama jajarannya.
Baca juga: Kolaborasi teknologi jadi kunci untuk jalani bisnis di 2021
Baca juga: Anggota DPR harapkan pemerintah jangan tergesa adopsi teknologi 5G

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2086262/anggota-dpr-minta-pemerintah-siapkan-ekosistem-sebelum-terapkan-5g

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *