oleh

Anggota DPR minta Kemhan evaluasi penggunaan Alutsista tua

Dokumentasi – Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia meminta pemerintah khususnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengevaluasi seluruh alat utama sistem senjata (Alutsista) tua yg masih dipakai, setelah kejadian kapal selam buatan tahun 1980-an KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali bagian utara, Rabu (21/4).

beincash

Dia menilai untuk menghindari musibah serupa, TNI perlu menghentikan untuk sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra 401, hingga ada kepastian & kesiapan yg sempurna dari kapal selam tersebut.

Baca juga: Sahroni apresiasi upaya maksimal pencarian KRI Nanggala-402

“Jangan hingga karena keterbatasan alutista, penggunaan alutsista yg diduga sudah obsolete menghambat tugas-tugas prajurit TNI & bahkan membahayakan nyawa prajurit,” mengatakan Farah Puteri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menilai kapal buatan tahun 1980-an memang sudah semestinya diganti dengan yg lebih baru. Karena itu Farah meminta pemerintah memprioritaskan agenda modernisasi alutsista & mengevaluasi seluruh kegiatan & penganggaran yg tidak berkaitan dengan tugas utama TNI sebagai alat pertahanan.

“Penguatan modernisasi Alutsista TNI merupakan kebutuhan yg mendesak mengingat kondisi alutsista yg masih terbatas. Terpenting yg harus digarisbawahi & kita semua harus ingat, alutsista renta harus diremajakan, jangan hingga mengorbankan para prajurit,” ujarnya.

Selain itu, dia menyampaikan keprihatinan yg mendalam & memanjatkan doa supaya seluruh prajurit TNI yg bertugas di dalam KRI Nanggala 402 segera ditemukan dalam keadaan sehat tanpa kurang satupun.

Politisi PAN itu meminta pemerintah memerintahkan seluruh “stakeholder” terkait untuk bersama-sama TNI mencari keberadaan KRI Nanggala 402.

Baca juga: DPR berharap KTT ASEAN hasilkan solusi ciptakan kedamaian di Myanmar
Baca juga: Ketua DPR: TNI perlu analisis penyebab hilang kontak KRI Nanggala-402

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2116466/anggota-dpr-minta-kemhan-evaluasi-penggunaan-alutsista-tua

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *