oleh

Anggota DPR mempertanyakan alasan pemblokiran dana bagi pesantren

Slot SimakNews.com – Anggota DPR mempertanyakan alasan pemblokiran dana bagi pesantren,

Arsip-Anggota Komisi VIII DPR RI saat mengerjakan kunjungan kerja & mengerjakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait penanganan bencana alam & bantuan sosial serta persiapan pembelajaran tatap muka di madrasah & pondok pesantren di Provinsi Bengkulu, Rabu (19/5/2021). ANTARA/Carminanda

Ada apa, sehingga bantuan untuk pesantren & madrasah justru tersendatJakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VIII DPR RI MF Nurhuda Y mempertanyakan alasan Pemerintah khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yg memblokir dana bantuan untuk madrasah & pesantren senilai Rp500 miliar.

Dia menilai sikap tersebut kontraproduktif kepada upaya Pemerintah untuk mengurangi potensi “learning loss” bagi pelajar madrasah & santri pondok pesantren.

“Kami mempertanyakan alasan pemblokiran dana bantuan untuk madrasah & pesantren Rp500 miliar yg tidak kunjung turun dalam enam bulan terakhir. Ada apa, sehingga bantuan untuk pesantren & madrasah justru tersendat,” mengatakan MF Nurhuda Y dalam keterangannya, di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan pesantren & madrasah merupakan tulang punggung pendidikan tabiat bagi anak bangsa, karena ada ratusan ribu hingga jutaan anak-anak Indonesia merupakan peserta didik di madrasah maupun pondok pesantren di pelosok Tanah Air.

Menurut Anggota Fraksi PKB DPR RI itu, di masa pandemi COVID-19, kedua entitas pendidikan tersebut juga mengalami akibat negatif karena mayoritas madrasah & pesantren dikelola oleh masyarakat, bukan negara.

“Sebagian akbar operasional tergantung pada iuran dari peserta didik. Di sisi lain banyak orang tua peserta didik yg kehilangan pekerjaan, akibatnya mereka tidak sanggup membayar iuran madrasah atau biaya hidup di pesantren,” ujarnya.

Nurhuda menilai bantuan Rp500 miliar di masa pandemi akan sangat berarti menolong biaya operasional pendidikan madrasah & pesantren.

Menurut dia, meskipun kalau dibandingkan dengan jumlah madrasah & pesantren di Indonesia, bantuan senilai Rp500 miliar tidak seberapa.

“Berdasarkan catatan Kemenag pesantren di Indonesia itu sedikitnya berjumlah 26.973. Ini belum jumlah madrasah di Indonesia. Jadi Rp500 miliar itu sebenarnya relatif kecil, tetapi kenapa jumlah sekecil itu saja tidak dicairkan,” katanya lagi.

Anggota DPR asal Jawa Tengah itu mengatakan, selama pandemi COVID-19, sekolah biasa relatif lumpuh karena dilarang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

Selama itu pula, menurut dia, pesantren relatif dengan sistem asrama & protokol kesehatan yg ketat tetap sanggup menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Pesantren jadi garda terdepan dalam pengajaran secara tatap muka di masa pandemi. Santri tidak boleh ditengok & tidak diperkenankan pulang dalam waktu tertentu selama pandemi,” ujarnya pula.

Nurhuda menilai semestinya Pemerintah memberikan perhatian yg lebih kepada pesantren, bukan malah bantuan anggaran untuk pesantren diblokir.
Baca juga: Anggota DPR berharap program sosial kementerian BUMN masuk pesantren
Baca juga: Menkeu pastikan dana PEN dukung aktivitas pesantren saat pandemi

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2235614/anggota-dpr-mempertanyakan-alasan-pemblokiran-dana-bagi-pesantren

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *