oleh

Anggota DPR kritisi rencana bangun PDN gunakan dana asing

-Umum-0 views

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. ANTARA/HO-Humas Fraksi PKS

Mengapa untuk bangun data center yg merupakan infrastruktur vital pemerintah harus dengan dana asing?Jakarta (SIMAKNEWS) – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengkritisi rencana pemerintah yg mendorong percepatan pembiayaan Prancis untuk pembangunan Pusat Data Nasional di Indonesia.

beincash

“Mengapa untuk bangun data center yg merupakan infrastruktur vital pemerintah harus dengan dana asing? Semua data pemerintah akan ada dalam pusat data tersebut,” mengatakan Sukamta dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, wajar timbul kekhawatiran apabila ada campur tangan asing di dalamnya karena potensi penambangan data oleh asing jadi makin terbuka.

Oleh karena itu, dia mengingatkan pemerintah tentang kedaulatan data, jangan hingga kedaulatan data milik warga Indonesia tergadaikan nantinya.

Baca juga: Menkominfo: Pusat data nasional terkait bangsa & negara

“Perlu diperjelas skema kerja sama ini seperti apa. Apakah mereka ikut dalam spesifikasi teknis & implementasinya? Jika, ya, tentu ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI itu menyebutkan banyak perusahaan lokal yg kompeten karena di Indonesia sudah banyak pelaku data center yg diakui global.

Bahkan, menurut dia, ada cloud computing provider global yg “menumpang” di data center lokal Indonesia.

“Kita harus dapat mandiri. Bibit-bibit yg kompeten harus kita dukung. Jangan justru kita membesarkan kepentingan asing,” ujarnya.

Di dalam negeri, mengatakan Sukamta, ada data center milik BUMN, seperti Telkom, yg membangun pusat data akbar di Bekasi. Oleh karena itu, Pemerintah tidak perlu membangun pusat data dengan campur tangan asing.

Menurut dia, urusan yg sangat vital harus berdikari supaya kedaulatan bangsa Indonesia sekarang & akan datang tetap terjaga secara utuh.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi & Informatika Johnny G. Plate menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Prancis untuk Indonesia H.E. Olivier Chambard di Kantor Pusat Kementerian Komunikasi & Informatika, Jakarta, Jumat (17/7).

Kunjungan kerhormatan tersebut membicaraan tiga kerja sama untuk mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia.

Baca juga: Empat pusat data nasional dibangun di Indonesia

Kerja sama itu mencakup pembangunan Pusat Data Nasional (PDN), Improvement on Television Transmitting Stations (ITTS), & Proyek Satelit Satria.

“Pemerintah Prancis, Duta Besar datang menyampaikan kembali keseriusan pemerintah Perancis untuk mengambil bagian dalam tiga proyek di bidang ICT di Indonesia,” mengatakan Menteri Johnny.

Menurut dia, pemerintah Indonesia sedang mempercepat pembangunan data center atau Pusat Data Nasional (PDN).

Kementerian Kominfo juga sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional & Kementerian Keuangan untuk mempercepat pembangunan PDN.

“Kementerian Kominfo sedang mempercepat pengesahan RUU PDP bersama-sama dengan DPR RI. Jadi, kami meminta kesiapan & kesediaan Prancis untuk mempercepat proyek pembangunan data center pemerintah di Indonesia, ini dibiayai oleh pemerintah Perancis,” mengatakan Johnny.

Dalam kunjungan tersebut, mengatakan dia, pemerintah Prancis menyatakan sudah siap terkait dengan pembiayaannya & teknologi yg memadai.

Saat ini, mengatakan Menteri Johnny, pemerintah RI dalam proses untuk menyelesaikan lokasi, tempat data center itu akan dibangun.

Baca juga: Pusat Data Nasional akan dibangun di Kutai Kertanegara

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/1642770/anggota-dpr-kritisi-rencana-bangun-pdn-gunakan-dana-asing

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *