oleh

Anggota DPR: Komnas HAM cari alternatif penyelesaian HAM masa lalu

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Tidak ‘clear’kalau kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu mengpakai pendekatan yudisial.Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meminta Komnas HAM mencari langkah alternatif dalam penyelesaian kasus dugaan pelanggaran HAM berat pada masa lalu sehingga tidak mengpakai pendekatan yudisial.

beincash

“Kenapa Komnas HAM tidak hinggakan usulan alternatif penyelesaian nonyudisial dalam kasus pelanggaran HAM masa lalu,” mengatakan Arsul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI dengan Komnas HAM di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa.

Ia menilai tidak clear kalau kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu mengpakai pendekatan yudisial, misalnya kasus pada tahun 1965—1966.

Menurut dia, kalau diartikan sebagai proses peradilan, siapa yg mau diadili karena dapat saja orang-orang yg diduga melanggar HAM sudah meninggal.

Baca juga: LPSK: Korban Talangsari berharap negara penuhi hak mereka

“Saya tidak dapat bayangkan penyelesaian kasus HAM sebelum tahun 1990 seperti penembakan misterius, Talang Sari, kasus 1965, kalau (pelaku) masih hidup apakah layak menjalani proses hukum. Kenapa tidak ada langkah alternatif lain,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPR RI Santoso juga meminta Komnas HAM jangan cuma berorientasi pendekatan yudisial dalam penyelesaian kasus HAM masa lalu.

Ia juga meminta penegakan HAM yg dilakukan Komnas HAM harus lihat konsitusi, budaya, & faktor-faktor lain yg jadi kekhususan yg dilakukan institusi tersebut.

“Kalau itu dapat dilakukan, kasus masa lalu yg jadi beban bangsa ini dapat diselesaikan. Jangan sering berorientasi pada bentuk yudisial tetapi pada sisi lain. Jangan terpaku pada intervensi luar negeri,” katanya.

Baca juga: Pemerintah akan selesaikan kasus 1965-1966

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2083958/anggota-dpr-komnas-ham-cari-alternatif-penyelesaian-ham-masa-lalu

ligafox

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *