oleh

Anggota DPR: Idul Fitri kokohkan kepatuhan sempurnakan kemenangan

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanulhaq. ANTARA.

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanulhaq mengatakan makna idul fitri saat ini adalah mengokohkan kebersamaan & kepatuhan untuk sempurnakan kemenangan di tengah pandemi COVID-19.

Menurut dia, dalam keterangan tertulis yg diterima di Jakarta, Selasa, Idul Fitri memiliki arti kembali kepada fitrah kemanusiaan yg mengacu kepada tiga nilai utama.

Yang perdana adalah keimanan, kedua kebaikan, & ketiga keindahan. Maka pada konteks Idul Fitri tahun ini, umat Islam harus memaknainya supaya nilai-nilai keimanan dengan konteks memberikan rasa aman, baik kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain.

Caranya adalah mengokohkan kebersamaan & kepatuhan dengan memakai masker, menjaga jarak & juga sering untuk mencuci tangan, untuk menyempurnakan kemenangan di hari Fitri.

Baca juga: Puan: Idul Fitri momentum tepat kuatkan solidaritas bangsa

“Itulah sesungguhnya hakikat dari pada Idul Fitri karena kalau kita memiliki pemahaman yg rasa kondusif maka itu akan terjadi kebaikan di tengah masyarakat. Kebaikan yg diharapkan pada saat ini adalah tidak menyebarnya COVID-19,” ujarnya.

Tentu, lanjut Kang Maman, nilai-nilai kebaikan itu harus jadi prinsip utama umat Islam dalam merayakan Idul Fitri.

“Kita masih diberi umur oleh Allah SWT, kita masih diberi kesempatan untuk menikmati Idul Fitri walau dalam keterbatasan. Keindahan Idul Fitri bukan terletak pada nilai kerumunan atau pertemuan tetapi justru pada hakekat kebersamaan & persaudaraan,” imbuhnya.

Selain itu, kemenangan pada Idul Fitri sesungguhnya terletak pada kemampuan untuk meraih kebahagiaan & itu cuma dapat dicapai atas tiga hal.

Baca juga: MUI: Masyarakat harus tetap waspada & patuhi protokol kesehatan

Pertama adalah tazkiyatun fafsi atau pensucian diri, tidak boleh ada iri, dengki, tidak boleh ada dendam, tidak boleh ada penyebaran hoax tidak boleh ada fitnah. Juga tidak boleh ada upaya untuk merancang perilaku radikalisme atau terorisme karena orang yg hatinya suci akan sering mensayangi sesama & mensayangi negeri.

Yang kedua, mengatakan Maman, kebahagiaan & kemenangan itu dicapai dengan dzikir yg banyak menyebut nama Allah. Hal ini sebenarnya jadi momentum penting ketika memakai masker untuk menutup mulut, maka itu jadi tanda bahwa tidak boleh berbohong, tidak boleh memfitnah, memprovokasi, menyebarkan hoax, & juga mengumbar janji yg tidak akan dapat dipenuhi.

“Setelah itu ketiga yaitu mengerjakan shalat. Shalat itu jadi inti utama dalam ajaran Islam di mana orang yg mengerjakan shalat dia akan dijauhkan dari nilai-nilai fahsya & mungkar nilai-nilai kejelekan. Maka orang yg rajin shalat tidak akan pernah dia berani untuk mencaci maki, memfitnah saudaranya sendiri. Ia akan sering menciptakan nilai-nilai perdamaian & keselamatan,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Majalengka ini.

Baca juga: Lindungi diri dari pandemi lewat silaturahmi virtual

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2152718/anggota-dpr-idul-fitri-kokohkan-kepatuhan-sempurnakan-kemenangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *