oleh

Anggota DPR: Hentikan narasi provokatif soal penganiayaan di Merauke

Slot SimakNews.com – Anggota DPR: Hentikan narasi provokatif soal penganiayaan di Merauke,

Ilustrasi. – Penganiayaan. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi I DPR Abdul Kadir Karding mengimbau masyarakat tidak menciptakan pernyataan provokatif terkait penganiayaan seorang warga di Merauke, Papua, oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara.

Abdul Kadir Karding dalam siaran pers diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan kasus penganiayaan seorang warga di Merauke rawan jadi alat provokasi dengan mengangkat isu etnis.

Apalagi, menurut dia, lawan politik pemerintah sedang mencari momentum. Dia berharap masyarakat tidak terpancing dengan narasi yg diciptakan untuk menciptakan suasana semakin panas.

Baca juga: Kasau ganti Danlanud beserta Dansatpom Lanud JA Dimara Merauke

Kejadian itu jangan hingga menimbulkan masalah lain, apalagi hingga melebar ke isu suku, agama, ras & antargolongan.

“Meminta semua pihak khususnya provokasi-provokasi di media, harus kita atasi segera bagaimana caranya. Jangan hingga ini jadi isu seperti kasus di Amerika, antara kelompok hitam & putih. Jangan hingga narasinya dibawa ke sana, kita harus cegah,” mengatakan Karding.

Ke depan, Karding berharap Polri, TNI, Satpol PP atau organisasi lainnya yg sering bersentuhan dengan masyarakat dapat mendisiplinkan anggotanya, sehingga sikap saat berjumpa masyarakat dapat lebih baik. Selain itu, Karding menilai harus segera ada komunikasi & koordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat.

“Pemerintah daerah & analisis oleh intelijen misalnya sejauh apa potensi isu ini akan berpengaruh kepada keamanan kita,” ucapnya.

Sementara anggota Komisi I DPR Bobby Adityo Rizaldi mengajak semua untuk mempercayakan penanganan kasus itu ke TNI dengan penyidikan, penegakan disiplin internal militer hingga sanksi bagi pelaku.

“Agar jelas dihinggakan ke publik & memenuhi rasa keadilan,” mengatakan Bobby.Selain itu, menurut Bobby, semua pihak perlu menghentikan penyebaran video penganiayaan kepada seorang warga di Merauke.

“Karena rentan disalahpakai untuk propaganda hate speech kepada TNI. Sangat rawan dikaitkan dengan isu-isu pelanggaran HAM yg rentan di plintir baik domestik atau international melalui media sosial,” katanya.

Baca juga: Panglima TNI perintahkan Kasau copot Danlanud JA Dimara

Di samping itu, Bobby mengingatkan bahwa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sering menegaskan untuk mengedepankan pendekatan humanis, bukan represif dalam semua pengerahan prajurit setiap operasinya.

“Pemerintah harus bergerak segera untuk meredam isu-isu yg dapat berkembang, optimalkan koordinasi dengan simpul-simpul intelijen sebagai deteksi dini, & sinergi dengan tokoh lokal supaya isu ini selesai & menunggu proses hukum yg berjalan,” katanya.

Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo meminta maaf atas kejadian penganiayaan oleh dua anggotanya kepada seorang warga di Merauke, Senin, 26 Juli. Dia juga menyampaikan pelaku akan ditindak tegas.

”Saya selaku Kepala Staf TNI AU menyampaikan permohonan maaf yg sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua, khususnya di Merauke, terkhusus lagi pada korban & keluarga. Mohon dibuka pintu maaf,” mengatakan Fadjar melalui akun Twitter resmi TNI AU.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah dalam keterangannya menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut.

“Kami menyesalkan tindakan berlebihan oleh dua oknum anggota saat mengamankan warga. Sejak kemarin (Senin) keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

Baca juga: KSP sesalkan tindakan eksesif oknum Pomau pada penyandang disabilitas

Baca juga: TNI AU minta maaf oknum prajuritnya injak kepala warga

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2295158/anggota-dpr-hentikan-narasi-provokatif-soal-penganiayaan-di-merauke

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *