oleh

Anggota DPR: Butuh kebijakan cetak milenial jadi manusia unggul

Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. ANTARA/HO-Humas Fraksi PKS/am.

Jakarta (ANTARA) – Anggota DPR RI Anis Byarwati menilai perlu kebijakan & strategi untuk mencetak generasi milenial jadi manusia-manusia unggul untuk membawa bangsa Indonesia mencapai masa kejayaan.

“Di era disrupsi, mereka yg unggul yg dapat jadi pemenang. Jadi, kemampuan kita mempersiapkan manusia-manusia unggul selama 15 tahun ke depan akan menentukan keberhasilan kita dalam memanfaatkan celah kesempatan dari bonus demografi,” mengatakan Anis dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan dalam acara wisuda LBQ Al-Utsmani Jakarta secara daring pada Sabtu (1/5).

Menurut Anis, Indonesia akan mendapat anugerah bonus demografi selama rentang waktu 2020- 2035, yg akan mencapai puncaknya pada 2030. Anggota Komisi XI DPR RI itu menilai bonus demografi itu dapat jadi akan jadi berkah atau jadi musibah bila kita tidak mempersiapkan generasi yg akan mengisi era tersebut.

“Pada rentang waktu 2020 hingga 2035 dunia akan diwarnai Generasi Y atau Angkatan digital yg terbentuk dari mereka yg lahir pada 1980-1990, atau pada awal 2000, & seterusnya. Secara biasa generasi millenial memiliki tabiat sangat akrab dengan media & internet,” ujarnya.

Politisi PKS itu mengutip berdasarkan Infografis Pusat data media Republika, menyebutkan ada sekitar 80 juta millennials lahir pada 1976-2001. Menurut dia, para milenials rata rata mengalihkan perhatiannya pada PC, “smartphone”, tablet, & televisi 27 kali setiap jamnya, dibandingkan dengan Generasi Baby Boomers kelahiran tahun 1960-1970-an yg cuma mengakses gadget 17 kali per-jam.

“Generasi millennial ini terbuka kepada ide & ide orang lain. Namun di sisi lain mereka rawan memiliki potensi tabiat negatif, seperti kurang peka kepada lingkungan sosial, pola hidup bebas, cenderung bersikap individualistik, kurang realistis, & kurang bijak dalam mengpakai media, ‘selfish’, yg lebih mementingkan gaya,” katanya.

Anis menjelaskan, bonus demografi akan jadi musibah akbar bagi bangsa Indonesia kalau generasi yg nanti akan mengisi Indonesia adalah generasi yg tidak beradab, tidak mau bekerja keras atau juga generasi yg meniru-niru saja budaya orang.

Menurut dia, generasi millennial yg berilmu, berkualitas, berkemajuan, & memberi manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, negara, & agama sangat diharapkan dalam membangun bangsa di masa yg akan datang.

Baca juga: Anggota DPR: Tidak cukup perbaikan minor UU ITE
Baca juga: MKD rapat bahas laporan Azis Syamsuddin pada Kamis nanti

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2133946/anggota-dpr-butuh-kebijakan-cetak-milenial-jadi-manusia-unggul

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *