oleh

Anggota DPD: Survei pasar harus jadi acuan petani Bali berproduksi

Slot SimakNews.com – Anggota DPD: Survei pasar harus jadi acuan petani Bali berproduksi,

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika saat mengerjakan penyerapan aspirasi secara virtual di Denpasar, Senin (19/7/2021). ANTARA/Rhisma.

Denpasar (ANTARA) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika mengingatkan petani Bali dalam memproduksi berbagai komoditas pertanian haruslah mengacu hasil survei pasar supaya produk yg dihasilkan terserap dengan baik.

“Namun, petani kita sering memulainya dari memproduksi, tanpa melihat pasarnya, apakah diperlukan atau tidak? Jangan hingga kita bekerja keras, tetapi tidak menghasilkan,” katanya di Denpasar, Selasa (20/7).

Saat penyerapan aspirasi virtual bertajuk “Pemasaran Produk Pertanian” dengan narasumber komunitas Bangga Jadi Petani (Bajatani) Bali, dia melihat seringkali generasi muda engganmenjadi petani karena masih dipandang sebagai profesi yg kotor & susah untuk menciptakan sejahtera.

Padahal, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, sektor pertanian yg masih tetap tumbuh & turut menyelamatkan ekonomi Bali dari kontraksi yg lebih dalam lagi.

Oleh karena itu, mantan Gubernur Bali dua periode tersebut, mengingatkan warga bahwa terjun ke usaha pertanian bukan cuma sebatas menanam atau produksi, namun juga menyangkut pascapanen, distribusi, pengemasan, hingga bagaimana barang hingga konsumen.

“Jadi, ada faktor harga, siapa yg disasar, bagaimana barang hingga ke konsumen serta apa apresiasi konsumen jadi kunci di bisnis ini. Ini yg disebut ‘marketing mix’,” ucap anggota Komite 2 DPD itu.

Di sisi lain, menurut Pastika, basis data penting dalam pertanian.

“Jangan hingga kita surplus malah impor akibat tak didukung data yg valid. Seperti halnya Indonesia yg belakangan ini surplus beras hingga tujuh juta ton, justru harus mengimpor beras lagi sehingga berdampak merugikan petani & menguras devisa,” katanya.

Baca juga: Anggota DPD dorong komunitas eco enzyme libatkan lebih banyak ilmuwan

Ia mengatakan pertanian harus dijalankan secara profesional & jadi primadona, sehingga tidak terus dipandang sebagai sektor terbelakang.

“Sebaliknya harus jadi yg terdepan, sebab orang perlu makan (hasil pertanian, red.),” ujarnya.

Mantan Kapolda Bali itu menambahkan karena begitu strategis & pentingnya sektor pertanian sehingga pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga mengadakan pelatihan sejuta petani milenial.

Di samping itu, Kementerian Pertanian tahun ini mengembangkan 1.655 UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik), namun hingga sekarang baru terealisasi 350 unit.

“Jadi kalau Bali mau organik, kita harus banyak punya unit itu & apalagi ini dibiayai Kementerian,” katanya.

Ketua Baja Tani Bali I Nyoman Herianta berharap Mangku Pastika dapat menjembatani kepentingan petani, baik permodalan termasuk informasi di pusat yg dapat meningkatkan SDM & sektor pertanian di Bali.

“Petani kita misalnya sudah dapat memproduksi pupuk organik. Namun terkendala perizinan sehingga pemasarannya terbatas. Selain itu, potensi pertanian di Bali masih besar, bahkan banyak lahan belum tergarap,” ucapnya.

Baca juga: Anggota DPD dorong Bali jemput bola soal penyesuaian UU Cipta Kerja

Sekretaris Baja Tani Bali Ngurah Adnyana mengatakan pengembangan pertanian masih terkendala basis data untuk memetakan potensi di setiap wilayah sehingga dapat diketahui keunggulannya.

Perwakilan kelompok usaha tani dari Kabupaten Jembrana juga mengaku terkendala modal untuk dapat menampung produk petani dalam jumlah akbar untuk ekspor.

Atas sejumlah masukan tersebut, Pastika menyatakan akan berupaya maksimal menolong akses modal petani melalui Jamkrida Bali Mandara.

“Coba ajukan pinjaman ke bank, nanti ada Jamkrida yg dapat memfasilitasi dengan bank kalau memang ada kendala terkait agunan,” katanya.
Baca juga: Anggota DPD apresiasi konservasi satwa langka oleh Bali Zoo
Baca juga: Anggota DPD: Rumah Kompos Desa Adat Padangtegal-Ubud patut jadi contoh
Baca juga: Anggota DPD: Pertanian organik di Bali hadapi berbagai tantanganPerwakilan komunitas Bajatani dalam saat menyampaikan aspirasi secara virtual di Denpasar, Senin (19/7/2021). ANTARA/Rhisma.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2278646/anggota-dpd-survei-pasar-harus-jadi-acuan-petani-bali-berproduksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *