oleh

Anggota DPD minta pemerintah prioritaskan edukasi bagi pelanggar PPKM

Slot SimakNews.com – Anggota DPD minta pemerintah prioritaskan edukasi bagi pelanggar PPKM,

Anggota DPD RI M. Fadhil Rahmi. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Bagi pedagang, sehari tidak bekerja, di rumah tak makan.Banda Aceh (ANTARA) – Anggota DPD RI M. Fadhil Rahmi meminta pemerintah serta penegak hukum mengedepankan edukasi daripada memberikan sanksi kepada pedagang yg melanggar ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Wakil Ketua Komite III DPD RI asal Aceh ini mengemukakan hal itu di Banda Aceh, Senin, menyusul adanya sanksi denda sebesar Rp 5 juta kepada tukang bubur, bakso, serta pemilik kafe di Tasikmalaya, Jawa Barat, karena terbukti melanggar PPKM darurat.

Menurut Fadhil, tidak membolehkan mereka berdagang itu sudah jadi suatu sanksi karena ekonominya terancam.

Maka dari itu, sebaiknya tidak lagi ditambahkan dengan sanksi denda yg memberatkan.

“Apalagi, ada indikasi diskriminasi dalam menjatuhkan hukuman. Para pedagang kecil dihukum denda jutaan rupiah, sedangkan pedagang akbar cuma ratusan ribu rupiah. Ini sungguh terlalu,” ujarnya.

Pria yg akrab disapa Syech Fadhil ini berharap pemerintah daerah & penegak hukum benar-benar jadi pengayom masyarakat, bukan sekadar memerintah.

Fadhil mengutarakan bahwa para abdi negara tidak susah memikirkan hari-hari selama PPKM darurat karena gaji mereka dari negara.

“Bagi masyarakat, sehari tidak bekerja, di rumah tak makan. Makanya, mau tidak mau mereka harus bekerja. Ini alasan mengapa edukasi itu lebih penting & menyentuh dari hukuman,” mengatakan Syech Fadhil.

Fadhil berharap para pemimpin di Indonesia benar-benar harus mengedepankan aksi-aksi yg edukatif dengan mempertimbangkan rasa kemanusiaan.

Baca juga: Inmendagri tanpa istilah “darurat” tidak buat suasana mencekam

Baca juga: Perubahan ketiga Inmendagri tunjukkan Pemerintah responsif

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2263150/anggota-dpd-minta-pemerintah-prioritaskan-edukasi-bagi-pelanggar-ppkm

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *