oleh

Akselerasi Reformasi Birokrasi, Risma Ingin Genjot Kualitas SDM Kemensos – Nasional

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Foto: Kemensos

jpnn.com, JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai tulang punggung kemajuan suatu bangsa.

Salah satu fokus penting dalam hal ini adalah bagaimana memperkuat reformasi birokrasi.

Mensos menyatakan, Korea Selatan dapat menjadi contoh ideal bagi Indonesia bagaimana mereka mengerjakan transformasi dari negara berkembang menjadi negara maju. “Saya lihat kuncinya adalah pada konsistensi & tekad kuat mengerjakan reformasi birokrasi. Saya sudah mengerjakan reformasi di Kota Surabaya. Di Kemensos juga reformasi akan saya dorong,” mengatakan Mansos di Jakarta, Kamis (13/5).

Slot info lainnya:

  • Jelang Idulfitri, Kemensos Salurkan Santunan 12 Ahli Waris Bencana Longsor di Tapanuli Selatan

Kepada jajarannya, Politikus PDIP itu menekankan pentingnya pemahaman tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yg juga biasa disebut sebagai “abdi negara”. Menurut Mensos, “abdi” dalam bahasa Jawa artinya adalah “pembantu” atau bahkan ada yg mengistilahkan sebagai “pesuruh”.

“Jadi kami ialah pesuruh rakyat. Kerja kita dtunggu rakyat. Mereka tidak perduli kita di dalam kaya apa. Bagaimana kami di dalam bertabrakan dengan urusan administrasi yg rumit, sulit, & berat. Masyarakat tidak perduli,” katanya.

Oleh karenanya Eks Wali Kota Surabaya itu mengajak seluruh jajarannya untuk bekerja keras. Mensos harap memperkuat sistem untuk memastikan kinerja pegawai di lingkungan Kemensos dapat dipantau dengan baik & cepat.

Slot info lainnya:

  • Kemensos Berikan Santunan bagi 13 Ahli Waris Bencana Longsor di Tapanuli Selatan

Untuk kebutuhan tersebut, Mensos meluncurkan aplikasi E-Performance, belum lama ini. Dengan aplikasi tersebut, memungkinkan dilakukan montoring, pengukuran, & evaluasi kinerja pegawai di lingkungan Kemensos, dengan lebih presisi.

“Dengan e-perfomance masing-masing mengerjakan apa, output seperti apa, sehingga jangan hingga terima gaji utuh tetapi tidak menampilkan kinerja yg baik dalam bekerja,” mengatakan Mensos.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *