oleh

AHY: Partai Demokrat konsisten bela kesejahteraan buruh

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat memberikan keterangan pers kepada wartawan seusai silaturahmi dengan ratusan ulama di NTB di Masjid Pusat Islam, di Mataram, Rabu (28/4/2021). ANTARA/Nur Imansyah

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Jakarta, Sabtu, mengatakan, mereka terus konsisten membela serta memperjuangkan tuntutan kelompok buruh, karena hak-hak kelompok pekerja tidak boleh dikorbankan begitu saja untuk memenuhi kepentingan para pengusaha.

“Hari ini adalah pengingat bagi kita tentang perjuang kaum buruh yg belum selesai. Kami, Partai Demokrat konsisten berupaya mendorong hubungan ekonomi yg seimbang antara kepentingan dunia usaha & kepentingan kaum pekerja nasional. Hak-hak kaum buruh tidak boleh dikorbankan begitu saja,” mengatakan dia saat menyampaikan pernyataan sikapnya untuk Hari Buruh Dunia yg diperingati tiap 1 Mei.

Oleh karena itu, AHY berpendapat, pemerintah, lembaga-lembaga legislatif, & badan negara lainnya harus mulai lebih banyak mendengarkan usulan & tuntutan dari kelompok buruh sehingga pembangunan di Indonesia dapat berjalan seimbang & tidak mengorbankan pihak-pihak tertentu.

Baca juga: Serikat Pekerja Mandiri Bali minta supaya putusan PHK sepihak dicabut

“Kita sepakat pembangunan harus bersandar pada prinsip Ekonomi Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, negara harus hadir dalam dialog antara pengusaha & pekerja. Suara kaum buruh yg berkontribusi akbar dalam ekonomi nasional harus didengarkan,” mengatakan AHY.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyebut Partai Demokrat akan terus memperjuangkan isu-isu ketenagakerjaan seperti kesejahteraan buruh, keselamatan kerja, & kepastian kerja.

“Tiga isu itu adalah hal-hal yg harus terus kita perjuangkan. Semuanya dimulai dari hadirnya negara dalam hubungan pengusaha & pekerja, bukan cuma untuk menjamin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemenuhan hak & kewajiban yg setara. Selamat Hari Buruh,” ujar dia.

Hari Buruh Dunia di Indonesia diperingati dengan unjuk rasa oleh sejumlah serikat pekerja di berbagai daerah, Sabtu.

Baca juga: Demo buruh, polisi kerahkan personel berbaju hazmat

Hampir seluruh kelompok buruh itu dalam aksi unjuk rasanya meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan UU Cipta Kerja, khususnya terkait klaster ketenagakerjaan.

Dalam aksi di Jakarta, Sabtu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal, menyampaikan ketentuan pada UU Cipta Kerja merugikan kelompok buruh, karena karyawan kontrak dapat dikontrak oleh perusahaan seumur hidup tanpa ada batasan waktu yg jelas.

Tidak cuma itu, KSPI juga menuntut UU Cipta Kerja dibatalkan karena aturan itu menghapus ketentuan mengenai Upah Minimum Sektoral Kabupaten/kota & Upah Minimum Kabupaten/kota yg biasa ditetapkan oleh pemimpin daerah.

Baca juga: Moeldoko: Pemerintah tak pernah abaikan kesejahteraan buruh

Dalam UU Cipta Kerja, upah minimum yg berlaku adalah Upah Minimum Provinsi, yg ditetapkan gubernur. Menurut Iqbal, ketentuan itu merugikan buruh, karena para pekerja terancam diberi upah murah oleh perusahaan.

“Contoh di Bekasi, UMSK 2020 adalah Rp5,2 juta, UMK 2021 Rp4,9 juta, berarti upah buruh 2021 turun karena UMSK dihapus, & 2022 & seterusnya. Belum tentu ada UMK karena maunya Omnibus Law itu UMP. Nilai pesangon diturunkan & sebagainya,” mengatakan dia.

Kelompok buruh, mengatakan presiden KSPI, menuntut supaya UMSK tetap berlaku.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2133370/ahy-partai-demokrat-konsisten-bela-kesejahteraan-buruh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *