oleh

Ahli SEO: Berita hoaks paling banyak menyangkut sosial politik

Slot SimakNews.com – Ahli SEO: Berita hoaks paling banyak menyangkut sosial politik,

Ahli SEO, Charlie M Sianipar. ANTARA/Dokumentasi Pribadi/Charlie M Sianipar

… pesannya sepihak, menyerang, & tidak netral atau berat sebelah, mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal, serta memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat…Medan (ANTARA) – Master/ahli Search Engine Optimization (SEO), Charlie M Sianipar, menyebutkan, hingga kini, berita hoaks atau berita palsu/bohong yg paling banyak disebar menyangkut isu sosial politik, kesehatan & Suku, Agama, Ras, & Antargolongan (SARA).

“Tiga isu itu sering dipilih untuk berita hoaks karena dianggap paling mudah & ampuh untuk memecah belah masyarakat, ” ujar dia, yg juga CEO Galases Digitalisasi, Senin.

Ia mengatakan itu dalam pemaparannya tentang Pentingnya Pemahaman Membedakan Informaai pada acara Mengulik Digital Place, Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sumatera II Kabupaten Simalungun, Sumut yg digelar secara virtual.

Baca juga: Kominfo identifikasi 3.901 hoaks sejak Agustus 2018

Seperti diketahui, ujar Sianipar, berita hoaks bertujuan untuk mengadu domba, menyebarkan fitnah-fitnah & mencemarkan nama baik, & menciptakan cemas.

Ada pun media penyebaran hoaks yg dipakai adalah pijakan digital yakni daring dengan situs “kaleng-kaleng”, media sosial bahkan media chatting seperti WhatsApp & Meme.

Ciri-ciri hoaks, ujar penggiat pemasaran secara digital itu, menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan, termasuk sumber berita yg tidak jelas & tidak ada yg dapat dimintai tanggung jawab atau klarifikasi.

Baca juga: Mahfud MD nilai pembuat hoaks “anaknya iblis”

Adapun pesannya sepihak, menyerang, & tidak netral atau berat sebelah, mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal, serta memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat.

Judul & pengantarnya provokatif & tidak cocok dengan isinya, memberi penjulukan minta supaya disebar atau diviralkan, mengpakai argumen & data yg sangat teknis supaya terlihat ilmiah & dipercaya.

Manipulasi foto & keterangannya. serta penggunaan foto-foto sudah lama dan, berasal dari kejadian di tempat lain, katanya, juga menjadi. salah satu indikasi berita hoaks.

Baca juga: Globalisme, Uniteralisme : Paradoks Digitalisasi

“Masih menjamurnya berita hoaks hingga saat ini karena peningkatan pengguna smartphone & media sosial yg begitu pesat itu belum diikuti maksimal dengan literasI digital, ” katanya.

Untuk menekan hoaks, maka bukan cuma diperlukan peningkatan literasi digital & tindakan tegas dari pemerintah bagi pembuat & penyebar hoaks.

Namun juga masyarakat harus semakin cerdas untuk tidak terjebak dengan berita palsu itu bahkan ancaman terjerat hukum dengan meneruskan berita/informasi hoaks tersebut.

Baca juga: Survei LSI: Masyarakat khawatir maraknya isu “hoax”

Penyebar hoaks terancam pasal 28 ayat I UU ITE yakni ancaman pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

“Jadi pikir sebelum digulirkan supaya masyarakat tidak terjerat dengan ancaman pidana UU ITE, ” ujar Sianipar.

Agar tidak tertipu dengan hoaks, ujar dia, ada tiga situs yg dapat dipakai untuk mengecek apakah berita/informasi itu benar atau tidak, yakni TurnBackHoax. id, CekFakta.com & Detax.org.

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2249646/ahli-seo-berita-hoaks-paling-banyak-menyangkut-sosial-politik

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *