oleh

ABJ: Jangan dorong-dorong Presiden Jokowi untuk menjabat tiga periode

Slot SimakNews.com – ABJ: Jangan dorong-dorong Presiden Jokowi untuk menjabat tiga periode,

Presiden Joko Widodo bersama Michael Umbas beberapa waktu lalu. ANTARA/HO.

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengajak semua pihak supaya tidak mendorong-dorong Joko Widodo untuk menjabat presiden tiga periode.

Michael Umbas dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyampaikan ajakannya karena sejumlah kalangan mendorong Joko Widodo (Jokowi) kembali menjabat sebagai presiden untuk ketiga kalinya.

Umbas menegaskan berdasarkan Pasal 7 UUD 1945, presiden & wakil presiden (wapres) memegang jabatan selama lima tahun & dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Dengan demikian, mengatakan dia presiden & wapres dapat menjabat paling lama 10 tahun dalam dua periode.

Umbas berharap para pihak yg mengusulkan Jokowi kembali menjabat presiden supaya memahami konstitusi.

Menurut dia, Jokowi sebagai kepala negara & pemerintahan, sangat menghormati konstitusi.

“Pak Jokowi sangat menghormati konstitusi. Beliau memilih fokus bekerja di periode kedua, apalagi dalam kondisi menghadapi pandemi COVID-19 yg cukup mengkhawatirkan belakangan ini. Jadi sudahlah, tidak usah buang energi untuk mendorong-dorong beliau tiga periode,” mengatakan Umbas.

Umbas menyebut wacana menambah masa jabatan presiden jadi tiga periode sangat tidak relevan digaungkan di tengah pandemi COVID-19. Menurut Umbas, semestinya seluruh pihak bahu-membahu dalam menekan laju penyebaran COVID-19.

Baca juga: Pakar sebut wacana presiden tiga periode tak perlu ditanggapi serius

Menurut Umbas apabila Jokowi memang berniat maju Pemilu Presiden & Wakil Presiden (pilpres) 2024, maka MPR segera bersidang untuk mengamendemen UUD 1945.

Fakta di lapangan, mengatakan Umbas, fraksi-fraksi di MPR sudah menyampaikan tidak akan mengubah ketentuan Pasal 7 UUD 1945 terkait pembatasan masa jabatan presiden cuma dua periode.

Umbas pernah dipercaya jadi ketua Panitia Silaturahmi Nasional (Silatnas) Relawan Jokowi pada 2016. Silatnas yg dihadiri langsung Jokowi, kala itu, momentum perdana kali seluruh relawan mencanangkan gerakan “Jokowi Dua Periode”.

“Waktu itu aja ketika kami gaungkan gerakan itu, beliau hinggakan tidak relevan, masih fokus kerja dulu karena baru mau dua tahun menjabat. Intinya beliau tidak dahaga kekuasaan lah,” mengatakan Umbas.

Umbas menyatakan Jokowi sudah berkali-kali merespons isu tersebut & tegas menolak. Hal ini semestinya dapat dipahami oleh para pihak yg seolah-olah harap menjerumuskan Jokowi untuk mengkhianati amanat reformasi.

“Andai mengatakan Pak Jokowi memang berniat tiga periode, pasti kami para relawan lebih tahu duluan. Ketika kami dipanggil berdiskusi tidak pernah tergambar, termanifestasi niatan itu sama sekali dari Pak Jokowi, sebaliknya kita sudah dengar berulang kali beliau menolak masa jabatan presiden tiga periode,” katanya.

Baca juga: Ahli politik UI pertanyakan motif di balik wacana amandemen UUD 1945

Seperti diketahui, beberapa kalangan memang mulai mendorong Jokowi maju sebagai calon presiden (capres), bahkan berpasangan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Walau bertentangan dengan konstitusi, kelompok yg menamakan diri Sekretariat Nasional (seknas) Jokowi-Prabowo (Jokpro) dibentuk oleh sejumlah masyarakat.

Presiden Jokowi sudah pernah merespons tentang wacana jabatan presiden ditambah jadi tiga periode. Jokowi menyebut wacana itu memiliki tiga makna.

“Satu harap menampar muka saya. Yang kedua harap cari muka, padahal saya sudah punya muka. Yang ketiga harap menjerumuskan, itu saja,” mengatakan Jokowi pada Februari 2019.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto pernah menegaskan partainya cuma mengharapkan amendemen UUD 1945 terbatas & tidak hingga membahas soal perubahan masa jabatan presiden. Hasto pada 2019 lalu, menilai masa jabatan presiden dua periode atau sepuluh tahun masih ideal.

“Sikap PDIP soal amandemen terbatas cuma terkait haluan negara mengingat bangsa ini memerlukan direction untuk menuju kepada apa yg kita mimpikan sebagai masyarakat adil & makmur. Kami tidak sependapat (penambahan masa jabatan), karena semangat reformasi sudah membatasi jabatan presiden sebanyak 2 periode paling lama,” ujarnya.

Baca juga: Ahli Hukum: Ada implikasi hukum presiden tiga periode

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2221834/abj-jangan-dorong-dorong-presiden-jokowi-untuk-menjabat-tiga-periode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *