5 Kegagalan Mongol dalam sejarah
5 Kegagalan Mongol dalam sejarah
in

Keren!Keren!

5 Kegagalan Mongol dalam sejarah

Kekaisaran Mongolia adalah kekaisaran kedua terbesar dalam sejarah dunia, hanya dikalahkan luasnya oleh Imperium Britania, menguasai sekitar 33 juta km² pada puncak kejayaannya, dengan perkiraan penduduk sebanyak di atas 100 juta orang dan menjadi yang paling kuat di antara semua kekaisaran abad pertengahan.

Namun ada fakta yang mungkin sudah banyak orang tau, yaitu ada beberapa wilayah yang gagal dikuasai oleh kekaisaran Mongol.

Advertisements

1. Mamluk (Mesir)

Ilustrasi Tentara Mamluk -
https://wawasansejarah.com/dinasti-mamluk/

Pada 1258, Hulagu Khan menyerang Timur Tengah, menaklukkan Persia dan Baghdad di Irak. Ia kemudian mengirim utusan ke Sultan Qutuz. Penguasa Dinasti Mamluk di Mesir itu menolak mengakuinya bahkan mengeksekusi utusan itu.

Dalam Battles that Changed History yang diterbitkan Smithsonian dijelaskan, Hulagu Khan yang sedang menghadapi masalah suksesi di kampung halamannya, mundur ke Azerbaijan.Ia bersama sebagian besar pasukannya, mundur ke wilayah yang lebih dekat dengan Mongol. Letnan Kitbuga tetap tinggal memimpin 20.000 penunggang kuda. Sultan Qutuz mengambil keuntungan untuk menyeberang dari Mesir ke Palestina.

2. Dai Viet (Vietnam)

4f4206a023b3c18b5a65ea3c3311729c -

Mongol tiga kali menyerang Dai Viet di bawah kekuasaan Dinasti Tran (1225–1400 M). Serangan pertama dipimpin oleh Mongke Khan, cucu Jenghis Khan.

Vu Hong Lien, sejarawan Vietnam-Inggris dalam The Mongol Navy: Khubilai Khan’s Invasions in Dai Viet and Champa, menjelaskan Mongke mengirim adiknya, Khubilai Khan, ke Yunnan untuk membuka rute darat ke perbatasan selatan Cina, melalui wilayah Dai Viet, utara Vietnam saat ini. Tujuannya, untuk menjebak Dinasti Song di tengah dua kekuatan militer Mongol. Namun, Dai Viet menolak bekerja sama. Khubilai Khan pun menugaskan Jenderal Uriyangkhadai untuk menginvasi Dai Viet pada 1257.

Menurut Vu Hong Lien, berdasarkan Catatan Dinasti Yuan, Sejarah Vietnam, dan Sejarah Singkat Annam, bangsa Mongol hanya bertahan sembilan hari di ibu kota Dai Viet, Thang Long (sekarang Hanoi). Mereka diserang penyakit dan kelaparan. Pada 1258, Uriyangkhadai manarik sisa pasukannya ke Yunnan.

3. Jepang

20200228110011 b850b7c3d15454c2c9426280b538ad12 -
https://www.hetanews.com/article/182239/enam-kegagalan-mongol-di-seluruh-dunia

Setelah menaklukkan Dinasti Goryeo di Korea pada 1260, Khubilai Khan dua kali menyerang Jepang. Sebelumnya, pada 1266 ia mengirim utusan agar Jepang mengakui kekuasaan Mongol dan mengirim upeti. Sang shogun, Hojo Tokimune, menolak.

Menurut Sejarawan Queens College dan Columbia University, Morris Rossabi dalam Khubilai Khan: His Life and Times, Tokimune percaya diri dengan kekuatan para samurai. Ia juga menganggap pulau-pulau Jepang terlalu sulit untuk diakses.

“Tokimune dan pendahulunya Hojo Masamura, menolak permintaan duta Mongol,” tulis Rossabi.

Di satu sisi, menurut Rossabi, keputusan menaklukkan Jepang untuk mendapatkan nilai baik di mata bangsa Tiongkok. Ini merupakan bagian dari strategi Khubilai Khan untuk mengambil alih negeri-negeri yang secara berkala mengirimkan upeti kepada penguasa Dinasti Sung. Karenanya ia tak hanya meminta upeti dari Jepang. Ia juga mengirim tuntutan serupa ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Pagan (kini Myanmar), Dai Viet, dan Champa.

4. Majapahit (Jawa)

Kekalahan Mongol -
https://www.boombastis.com/kehebatan-pasukan-jawa/79878

Jawa tak luput dari incaran Mongol. Pada 1280, 1281, dan 1286, Khubilai Khan mengirim utusan ke Singhasari untuk meminta raja mengakui kekuasannya. Namun, menurut Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan, Raja Kertanegara yang sadar akan keagungannya dan kekuasannya tidak sudi menyerah.

Utusan Mongol terakhir datang pada 1289. Kali ini mukanya dirusak oleh Kertanegara. Untuk menghukum Kertanegara, Khubilai Khan mengirim angkatan perang ke Jawa pada 1292.

Namun, Kertanegara telah tewas di tangan Jayakatwang, penguasa Glang Glang. Kedatangan pasukan Mongol dimanfaatkan Raden Wijaya, menantu Kertanegara, untuk menyerang Jayakatwang.

5. Bulgar Volga

2e66b070c32bb7d10a234b5fdd2d12a9 -
https://bnr.bg/en/post/100946412/volga-bulgaria-medieval-gateway-between-east-and-west

Volga Bulgaria, negara berbahasa Turki di Eropa Timur yang eksis pada abad ke-9 hingga pertengahan abad ke-13. Negara ini menguasai tanah luas yang sebagian besar berada di sekitar sungai Volga tengah dan Kama. Volga Bulgaria penting karena mengendalikan rute utama antara Asia Tengah dan Eropa utara.

Mereka adalah orang-orang yang pertama masuk Islam di Eropa Timur. Awalnya hidup sebagai penggembala nomaden, sama seperti orang Mongol. Pada perkembangannya Volga Bulgaria mengembangkan peradaban perkotaan, namun sebagian besar penduduknya tinggal di luar pusat kota.

Volga Bulgaria memiliki dua kota, Bulgar dan Suvar. Mereka menguasai kawasan Sungai Volga di dekat wilayah yang hari ini merupakan Kazan. Pada 1223, Jochi, anak tertua Jenghis Khan, mengalami kekalahan. Mongol pun mengakui Volga Bulgaria sebagai lawan terberat.

Write by: DOOOMY

Report

What do you think?

888 points
Upvote Downvote

Written by DoooMy

Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0